Rekomendasi AI berpotensi menjadi penentu baru dalam keranjang belanja konsumen Asia Pasifik. Ketika sistem mampu memahami kebutuhan pribadi pengguna, merek yang selama ini menjadi pilihan rutin bisa lebih mudah tersisih.
Accenture Consumer Pulse Survey 2026 mencatat 9 dari 10 konsumen di kawasan ini ingin dapat berbelanja langsung melalui platform generative AI. Sebanyak 85 persen responden juga menyatakan lebih memercayai rekomendasi agen AI daripada sahabat saat akan membeli produk.
AI Beralih dari Mesin Pencari menjadi Agen Belanja
Belanja digital kini dihadapkan pada pilihan produk yang sangat banyak, informasi berlimpah, serta waktu konsumen yang terbatas. Kondisi tersebut membuat pencarian produk terasa rumit dan dapat berakhir pada transaksi yang dibatalkan.
Di sinilah agentic commerce mulai menawarkan peran yang lebih besar bagi AI. Agen AI dapat membantu membandingkan produk, memberi rekomendasi, mengatur pengiriman, hingga menangani proses pengembalian barang.
| Temuan Accenture | Persentase | Arti bagi Belanja |
|---|---|---|
| Ingin belanja langsung melalui generative AI | 9 dari 10 | AI berpotensi menjadi kanal transaksi |
| Mungkin mengikuti rekomendasi AI hingga 50 persen keputusan belanja | 8 dari 10 | AI makin memengaruhi pilihan produk dan jasa |
| Ingin bantuan AI sesuai kebutuhan pribadi | 68 persen | Personalisasi menjadi faktor utama |
| Bersedia pindah merek jika rekomendasi AI lebih sesuai | 1 dari 3 | Loyalitas merek dapat berubah |
Lebih dari satu dari empat konsumen bahkan telah memakai large language models atau LLM sebagai cara utama mencari informasi produk dan jasa. Delapan dari 10 responden menyebut mereka kemungkinan mengikuti rekomendasi generative AI untuk menentukan hingga separuh keputusan belanja.
Konsumen tidak hanya menginginkan produk yang dinilai terbaik secara umum. Sebanyak 68 persen ingin agen AI membantu mereka mencapai tujuan yang lebih spesifik, termasuk hidup lebih sehat, menjaga anggaran, dan membeli secara lebih bijak.
Preferensi Merek Masih Ada, tetapi Tidak Lagi Menentukan
Studi tersebut menunjukkan konsumen belum sepenuhnya menyerahkan pilihan merek kepada AI. Sebanyak 57 persen menyatakan akan memberi arahan mengenai merek yang boleh dipertimbangkan oleh agen AI.
Namun, batas itu dapat berubah ketika rekomendasi yang diberikan dianggap lebih relevan. Satu dari tiga konsumen bersedia beralih ke merek lain apabila AI menilai pilihan tersebut lebih cocok dengan kebutuhannya.
Managing Director and Lead, Southeast Asia, Accenture Song Patricio De Matteis menilai perubahan ini akan menggeser cara keputusan pembelian dibuat. “Ketika agen AI mulai bertindak mewakili konsumen, loyalitas terhadap suatu brand tidak lagi hanya ditentukan oleh persepsi atau kebiasaan,” katanya.
Menurut De Matteis, merek perlu membangun kepercayaan bukan hanya di mata pelanggan, tetapi juga pada sistem AI yang memberi rekomendasi. Data yang akurat, pengalaman konsisten, dan bukti nyata atas nilai produk menjadi fondasi penting dalam persaingan tersebut.
Produk Harus Mudah Dinilai oleh Sistem AI
Senior Managing Director and Lead, AI & Data, Asia Oceania, Accenture Vivek Luthra menyebut agentic commerce membuka peluang untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih relevan dan praktis. Perusahaan, menurutnya, perlu menyiapkan produk serta layanan agar mudah direkomendasikan oleh agen AI serbaguna atau horizontal agents.
Informasi produk perlu dapat dibaca sistem AI, sementara klaim produk harus bisa diverifikasi dan harga disajikan secara transparan. Pengalaman pelanggan yang dapat dipercaya juga menjadi bagian penting agar rekomendasi AI tidak mengabaikan suatu merek.
Dalam jangka panjang, perusahaan pemimpin kategori dapat membangun agen AI khusus atau vertical agents. Langkah ini membutuhkan data pelanggan yang berkualitas, proses bisnis yang dirancang khusus, rekomendasi personal, serta layanan yang saling terintegrasi.
Chief Commercial Officer The Ascott Limited sekaligus Managing Director Digital Ventures CapitaLand Investment Tan Bee Leng melihat peluang besar bagi industri perhotelan. Meski AI dapat membuat pencarian dan pemesanan lebih mulus, ia menekankan keramahan, empati, dan pertimbangan karyawan tetap menentukan pengalaman menginap.
Managing Director and Lead, Products Group, Asia Oceania, Accenture Nhung Mason menilai hasil AI yang optimal tidak datang dari perusahaan yang hanya memperlakukannya sebagai proyek teknologi. Perusahaan yang lebih strategis disebut mulai mengubah proses bisnis utama melalui investasi terarah pada platform dan kapabilitas yang diperlukan.
Source: money.kompas.com






