Kolokoa Temukan Zona Emas Luas, Pani Makin Dekat Masuk Babak Produksi Baru

Temuan di prospek Kolokoa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, memberi sinyal baru bagi pengembangan Tambang Emas Pani yang dikelola PT Merdeka Gold Resources Tbk. Dari hasil eksplorasi awal, zona mineralisasi emas di area ini dinilai cukup luas dan berpotensi memperkuat basis produksi perusahaan.

Prospek tersebut juga dianggap makin penting karena posisinya sangat dekat dengan deposit utama Pani. Jarak sekitar 500 meter membuat Kolokoa dipandang berpeluang menjadi satelit yang bisa terintegrasi dengan operasi utama tanpa kebutuhan infrastruktur tambahan yang besar.

Zona emas yang terbaca dari pengeboran awal

Pengeboran awal di Kolokoa menemukan kadar emas mencapai 1,57 g/t pada permukaan. Dari data itu, target eksplorasi konseptual diperkirakan berada pada kisaran 20 hingga 40 juta ton dengan kadar 0,3-0,5 g/t emas.

Angka tersebut belum menjadi hasil akhir, tetapi sudah cukup untuk menunjukkan bahwa area ini menyimpan potensi mineralisasi yang menarik. Dalam eksplorasi tambang, temuan awal seperti ini biasanya menjadi dasar untuk memperluas pemahaman geologi dan menilai arah pengembangan berikutnya.

Dorongan bagi peta produksi Pani

Cetro Trading Insight menilai temuan di Kolokoa dapat memengaruhi arah produksi di Sulawesi Utara seiring agenda ekspansi perusahaan. Prospek ini tidak hanya menambah peta mineralisasi, tetapi juga membuka peluang integrasi yang lebih dekat dengan aset produksi yang sudah berjalan.

Bagi EMAS, Kolokoa dapat menjadi penopang tambahan di sekitar tambang utama. Jika eksplorasi lanjutan konsisten, zona ini berpotensi memperbesar sumber daya sekaligus memperkuat posisi Pani sebagai aset inti.

Hasil metalurgi memberi sinyal positif

Selain data kadar dan sebaran awal, hasil uji metalurgi juga mendukung prospek pengembangan. Pengujian bottle-roll menunjukkan tingkat perolehan emas yang tinggi, dengan recovery material oksida di kisaran 87-94 persen.

Pada material transisi, recovery tercatat 81-92 persen. Data ini penting karena menunjukkan material di Kolokoa memiliki karakter yang mendukung proses pengolahan dan integrasi dengan operasi Pani.

Kinerja metalurgi yang kuat sering menjadi penilaian penting dalam pengembangan tambang. Kondisi itu membantu menilai apakah material bisa diproses secara efisien dan mendukung keekonomian operasi.

Eksplorasi masih berjalan dan ruang data masih terbuka

Manajemen EMAS melaporkan 30 lubang bor telah selesai dari total rencana 82 lubang bor untuk tahun 2026. Program ini diarahkan untuk memperluas estimasi Sumber Daya Mineral dan menguji batas zona mineralisasi yang telah ditemukan.

Sisa 52 lubang bor masih memberi ruang bagi data geologi untuk berkembang. Semakin banyak hasil pengeboran yang terkumpul, semakin jelas pula gambaran tentang ukuran, sebaran, dan kualitas mineralisasi di Kolokoa.

Kedekatan lokasi jadi nilai strategis

Lokasi Kolokoa menjadi salah satu keunggulan utama karena berada sangat dekat dengan deposit utama Pani. Kedekatan ini membuka peluang sinergi operasional yang lebih efisien dibanding prospek yang berjarak jauh dari pusat produksi.

Dalam konteks pengembangan tambang, prospek satelit yang berdekatan dengan deposit utama kerap dipandang strategis. Faktor ini dapat membantu menekan kompleksitas operasional, sekaligus mempermudah pemanfaatan fasilitas dan rencana pengembangan yang sudah ada.

Tahap berikutnya menunggu evaluasi lanjutan

Setelah temuan awal tersebut, perusahaan akan melanjutkan evaluasi teknikal dan kinerja secara bertahap. Langkah ini dibutuhkan untuk memastikan integrasi Kolokoa ke dalam rencana pengembangan Tambang Emas Pani bisa dilakukan secara optimal.

Pendekatan bertahap juga penting agar penilaian sumber daya tetap akurat selama eksplorasi masih berlangsung. Dengan hasil pengeboran yang belum selesai seluruhnya, prospek Kolokoa masih bisa menunjukkan perkembangan baru yang relevan bagi peta produksi EMAS.

Baca Juga

Back to top button