Kolesterol tinggi sering datang tanpa keluhan, lalu baru terdeteksi ketika masalah yang lebih serius sudah muncul. Karena itulah pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyakit jantung dan stroke.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Nancy Virginia, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, FAPSC, menekankan bahwa kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel sehat, memproduksi hormon, dan membantu pembentukan vitamin D. Namun, kadar yang terlalu tinggi, terutama LDL atau kolesterol jahat, dapat memicu penyumbatan pembuluh darah.
Kenapa banyak orang tidak sadar?
Masalah kolesterol tinggi kerap tidak menimbulkan tanda yang jelas. Menurut dr. Nancy, banyak pasien baru mengetahui kondisinya setelah terjadi komplikasi karena gejalanya sering tidak terasa.
Situasi ini membuat kolesterol tinggi menjadi ancaman yang kerap tersembunyi. Saat kadar LDL terus naik, risiko gangguan pembuluh darah ikut meningkat dan dapat berujung pada penyakit jantung maupun stroke.
Pemeriksaan sejak usia 20 tahun
Dr. Nancy menyarankan pemeriksaan profil lipid sejak usia 20 tahun, terutama bagi orang dengan obesitas, diabetes, hipertensi, riwayat keluarga penyakit jantung, atau kebiasaan merokok. Pemeriksaan ini mencakup kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.
Setelah hasil awal diketahui, frekuensi kontrol bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan faktor risiko masing-masing orang. Selain tes kolesterol, masyarakat juga dianjurkan menjalani medical check-up berkala agar gula darah, tekanan darah, dan kesehatan jantung ikut terpantau.
Angka kasus yang masih tinggi
Kadept. Medis Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Reinaldo, menyoroti tingginya angka kolesterol di Indonesia. Ia merujuk Survei Kesehatan Indonesia 2023 dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan 39,5 persen penduduk memiliki kadar kolesterol di atas normal atau termasuk tidak aman.
Data itu menunjukkan banyak orang berada dalam kelompok berisiko tanpa menyadarinya. Kondisi tersebut membuat deteksi dini menjadi penting agar gangguan jantung bisa dicegah lebih awal.
Pola hidup tetap menentukan
Pengendalian kolesterol tidak hanya bergantung pada pemeriksaan, tetapi juga pada perubahan gaya hidup. Pola makan rendah lemak jenuh dan lemak trans, disertai buah, sayur, dan makanan tinggi serat, dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.
Aktivitas fisik juga berperan besar, dengan anjuran olahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu. Selain itu, menjaga berat badan ideal, tidak merokok, dan membatasi alkohol menjadi bagian penting dari pencegahan.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan terapi obat seperti statin atau terapi non-statin jika perubahan gaya hidup belum cukup menurunkan LDL. Pengobatan ini perlu dijalani secara konsisten dan tidak boleh dihentikan tanpa arahan dokter.
Edukasi dan pemeriksaan rutin sebagai benteng awal
Group Marketing Head PT Kalbe Farma Tbk, apt. Maria Stefani, S.Farm., M.M., menegaskan bahwa kolesterol tinggi sering tidak disadari karena tidak menimbulkan gejala. Menurut dia, edukasi kesehatan, deteksi dini, pemeriksaan kolesterol rutin, dan pengobatan yang tepat penting untuk mencegah komplikasi.
Kolesterol tinggi yang bergerak diam-diam bisa menjadi ancaman serius bagi jantung dan pembuluh darah. Karena itu, pemeriksaan sejak usia muda memberi kesempatan lebih besar untuk bertindak sebelum risikonya berubah menjadi serangan jantung atau stroke.
Source: www.suara.com






