
Perubahan besar dalam komunikasi korporasi kini membuat reputasi perusahaan tak lagi ditentukan semata oleh produk atau kinerja keuangan. Di era digital, kepercayaan publik ikut menjadi penentu daya saing karena setiap pesan yang keluar ke ruang publik bisa langsung memengaruhi cara masyarakat menilai sebuah perusahaan.
Situasi itu menjadi perhatian dalam Indonesia Corporate Media Impact Awards 2026 yang diselenggarakan Warta Ekonomi di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta. Ajang tersebut menyoroti bahwa eksposur media yang positif dan terukur kini masuk ke wilayah strategis bisnis, bukan lagi sekadar aktivitas publikasi.
Kepercayaan publik semakin mahal nilainya
CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi Group, Muhamad Ihsan, menegaskan bahwa komunikasi publik punya pengaruh besar terhadap persepsi masyarakat. Menurut dia, eksposur media kini ikut membentuk pandangan publik terhadap perusahaan, terutama saat arus informasi bergerak cepat dan ruang digital semakin padat.
Ihsan menyebut komunikasi yang kredibel dan konsisten dapat membantu korporasi membangun kepercayaan. Ia juga menekankan bahwa transparansi, akuntabilitas, dan kualitas kinerja perusahaan harus tercermin dalam pesan yang disampaikan ke publik.
Dalam pandangannya, perusahaan yang mampu mengelola komunikasi secara efektif akan lebih unggul dalam menjaga reputasi. Kepercayaan publik pun menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan karena ikut memengaruhi posisi perusahaan di pasar.
Eksposur media dinilai bersama fondasi bisnis
Indonesia Corporate Media Impact Awards 2026 tidak hanya menilai banyaknya sorotan media yang diterima perusahaan. Penilaian juga menggabungkan dua indikator utama, yaitu kinerja korporasi dan efektivitas eksposur media.
Pendekatan ini menegaskan bahwa pemberitaan positif tidak berdiri sendiri. Eksposur yang kuat perlu ditopang oleh fondasi bisnis yang sehat agar dampaknya terasa lebih relevan dan berkelanjutan.
Hasil riset yang digunakan menunjukkan sekitar 66% perusahaan yang menjadi objek penelitian mencatat pertumbuhan aset positif. Sebanyak 58 persen perusahaan juga mengalami peningkatan pendapatan dibandingkan periode sebelumnya.
Dari 210 perusahaan yang dipantau, 197 perusahaan memenuhi kriteria penilaian. Setelah verifikasi dan evaluasi menyeluruh, 20 perusahaan ditetapkan sebagai penerima penghargaan.
Branding, reputasi, dan kepercayaan saling mengunci
Mantan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika periode 2021–2024, Usman Kansong, melihat branding, reputasi, dan kepercayaan publik sebagai tiga unsur yang saling berkaitan. Menurut dia, reputasi yang baik tidak cukup dibangun lewat komunikasi, tetapi juga harus terlihat dalam tindakan perusahaan yang konsisten.
Usman mengatakan branding membentuk reputasi, lalu reputasi menentukan tingkat kepercayaan publik. Ia menegaskan bahwa kepercayaan hanya dapat tumbuh ketika apa yang disampaikan perusahaan selaras dengan apa yang dilakukan.
Ia juga mengingatkan bahwa reputasi yang dibangun dalam waktu lama bisa cepat turun jika perusahaan gagal menjaga komunikasi publik secara konsisten. Karena itu, perusahaan dituntut tidak hanya aktif berbicara, tetapi juga memastikan pesan yang disampaikan sejalan dengan praktik yang dijalankan.
Pemantauan media jadi alat baca risiko
Usman menilai kemampuan membaca isu di ruang publik semakin penting di era digital. Media monitoring, menurut dia, dibutuhkan agar perusahaan dapat mengenali sinyal awal potensi krisis komunikasi sebelum dampaknya membesar.
“Media monitoring menjadi sangat penting. Perusahaan harus mampu membaca berbagai sinyal yang muncul di ruang publik agar dapat mengantisipasi potensi krisis komunikasi sejak dini,” ujarnya.
Kebutuhan ini makin relevan ketika satu isu yang tidak ditangani cepat dapat memengaruhi persepsi publik. Dampaknya tidak hanya terasa pada reputasi, tetapi juga pada hubungan perusahaan dengan para pemangku kepentingan.
Komunikasi publik masuk ke strategi bisnis
Melalui Indonesia Corporate Media Impact Awards 2026, Warta Ekonomi mendorong perusahaan menjadikan komunikasi publik sebagai bagian dari strategi bisnis. Penghargaan ini tidak hanya menyoroti eksposur media, tetapi juga dampaknya yang terukur dan selaras dengan kinerja usaha.
Di tengah tingginya penggunaan platform digital, reputasi korporasi semakin dipandang sebagai aset strategis. Reputasi yang terjaga dapat memperkuat kepercayaan publik, membantu hubungan dengan pemangku kepentingan, dan memberi ruang lebih besar bagi perusahaan untuk bersaing secara berkelanjutan.
Source: mediaindonesia.com




