Serangan balasan Iran ke fasilitas militer AS di sejumlah negara Teluk memunculkan satu pengecualian mencolok: Arab Saudi tidak ikut diserang. Di saat Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Qatar, Kuwait, dan Oman menjadi sasaran, Riyadh justru lolos dari gelombang serangan itu.
Situasi tersebut membuat posisi Saudi terlihat berbeda dari banyak ibu kota Arab lain yang kembali terdampak konflik antara Washington dan Teheran. Di balik keputusan itu, ada faktor pertahanan dan diplomasi yang disebut ikut meredam kemungkinan serangan ke wilayah kerajaan.
Peran Pakistan dalam meredam eskalasi
Menurut laporan EurAsian Times, salah satu alasan Saudi tidak menjadi target adalah kerja sama pertahanan jangka panjang dengan Pakistan. Hubungan itu mencakup kesepakatan imbal balik pertahanan strategis atau Strategic Mutual Defense Agreement (SMDA) yang baru diumumkan.
Pakistan juga disebut aktif menengahi perdamaian antara AS dan Iran. Sebelumnya, Islamabad mengerahkan jet tempur dan pesawat pendukung ke Arab Saudi untuk meningkatkan keamanan kerajaan di bawah pakta pertahanan.
| Negara yang Diserang Iran | Target Serangan | Status Saudi |
|---|---|---|
| Uni Emirat Arab | Fasilitas militer AS | Tidak diserang |
| Bahrain | Fasilitas militer AS | Tidak diserang |
| Yordania | Fasilitas militer AS | Tidak diserang |
| Qatar | Fasilitas militer AS | Tidak diserang |
| Kuwait | Fasilitas militer AS | Tidak diserang |
| Oman | Fasilitas militer AS | Tidak diserang |
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengatakan Teheran sudah diingatkan soal pakta pertahanan bersama dengan Saudi. Dalam konferensi pers di Islamabad, ia menyebut Iran memahami bahwa wilayah Saudi tidak boleh digunakan untuk melawan Iran.
“Saya memberitahukan pihak Iran tentang perjanjian pertahanan kami. Pihak Iran mengatakan Arab Saudi harus memastikan bahwa wilayahnya tidak digunakan untuk melawan Iran,” kata Ishaq Dar.
Saudi tetap mengecam serangan Iran
Meski tidak menjadi sasaran, Arab Saudi tetap mengecam serangan Iran di kawasan. Kementerian Luar Negeri Saudi menyebut serangan berulang Iran terhadap kapal dagang melanggar prinsip-prinsip hukum internasional, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Piagam Organisasi Kerja Sama Islam, dan aturan bertetangga baik.
Serangan saling balas antara AS dan Iran masih berlangsung setelah Washington menyerang wilayah selatan Iran, terutama di sekitar Selat Hormuz. AS menuduh Iran menembaki kapal dagang milik sekutunya di jalur pelayaran strategis itu.
Beberapa jam setelah serangan Washington, Teheran membalas dengan serangan ke pangkalan militer AS di negara-negara Teluk, kecuali Arab Saudi. Pola itu membuat Riyadh tampak berada di jalur yang berbeda dari negara-negara Arab lain yang kembali terseret dalam eskalasi konflik.
