Amora Lemos mendapat langkah besar di usia 14 tahun saat dipercaya mengisi soundtrack film MOANA. Kesempatan itu sempat membuatnya ragu, sebelum dukungan Kris Dayanti mengubah rasa takut menjadi keberanian.
Di balik pencapaian itu, ada proses yang tidak ringan bagi remaja yang baru mulai menjejak industri musik. Amora mengaku sempat mengira tawaran tersebut tidak benar, sampai akhirnya ia sadar bahwa peluang itu nyata dan datang karena kemampuannya sendiri.
Rasa kaget yang berubah jadi percaya diri
Amora menceritakan bahwa reaksi pertamanya adalah tidak percaya. Ia sempat mengira kabar itu hanya candaan dari sang ibu, sampai kemudian Kris Dayanti memberi dukungan penuh dan membantu menyiapkan langkah yang harus ia ambil.
“Mami beneran gak gitu”, abis itu aku kira mami bohong ternyata beneran aku jadi kaget abis itu mami udah kasih support banyak kayak gimana sih cara mengisi soundtrack film. Terus kayak bagaimana perform well to Indonesia dan sebenarnya aku udah bilang ke mami tapi aku agak takut, mami aku beneran bisa dapet kayak gini, bisa lakuin kayak gini kata mami, “bisa bisa” abis itu kayak support aja gitu,” kata Amora.
Dukungan itu membuat Amora lebih tenang saat mulai memahami tanggung jawab membawakan proyek sebesar film animasi populer tersebut. Ia juga mulai melihat bahwa karakter Moana punya semangat yang dekat dengan pengalamannya sendiri.
Moana, keluarga, dan alasan Amora bertahan
Pada awalnya, Amora mengaku hanya melihat kemiripan fisik dengan Moana, terutama pada rambut. Namun seiring waktu, ia menangkap pesan yang lebih besar dari karakter itu, yakni soal keluarga dan keteguhan saat menghadapi kesulitan.
Menurut Amora, bagian yang paling terasa adalah saat Moana hampir menyerah tetapi kembali mengingat dukungan keluarganya. Ia menyebut hal itu membuat dirinya ikut mengingat bahwa ada mami, daddy, dan keluarga yang selalu siap memberi dukungan.
Pengalaman tersebut menjadi alasan penting mengapa ia berani menjalani proses ini. Di usia yang masih sangat muda, rasa aman dari keluarga menjadi fondasi utama saat berhadapan dengan panggung yang lebih luas.
Lebih cepat dari perjalanan Kris Dayanti
Kris Dayanti menilai pencapaian Amora datang lebih dini dibandingkan dirinya dulu. Ia mengenang saat mengikuti Asia Bagus di usia 16 tahun, sementara Amora sudah menorehkan milestone besar di usia 14 tahun.
Baginya, kesempatan bekerja sama dengan Disney bukan hanya penting untuk Amora, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi musik Indonesia. Kris Dayanti menyebut Indonesia dipandang sebagai pasar besar dalam promosi industri dunia, sehingga peluang ini punya arti tersendiri.
Ia juga menegaskan bahwa Disney tidak mencari Amora melalui dirinya. Pencarian dilakukan lewat vocal director dan label Amora, Sony Music, sehingga kesempatan itu hadir karena kemampuan Amora sendiri.
| Tokoh | Peran | Detail Utama |
|---|---|---|
| Amora Lemos | Putri Kris Dayanti | Mendapat kesempatan mengisi soundtrack film MOANA pada usia 14 tahun |
| Kris Dayanti | Ibu | Memberi dukungan penuh dan mendampingi proses musik Amora |
| Disney | Pihak pemberi kesempatan | Mencari Amora lewat vocal director dan label Sony Music |
Peran Kris Dayanti sebagai pendamping
Kris Dayanti melihat tugas utamanya sebagai ibu adalah mendampingi, bukan memaksa. Ia menyebut proses musik Amora berjalan alami, termasuk saat belajar mengenal instrumen dan menyanyi sejak kecil.
Menurut Kris Dayanti, Amora mulai diperkenalkan pada musik sejak usia 4 tahun, ketika ia sudah memahami kanan dan kiri. Ia juga menyebut saran dari Titi DJ dan Ruth Hanaya yang mendorong agar Amora mendapat pelajaran musik sejak dini karena memiliki perfect pitch.
Bagi keluarga ini, perjalanan Amora bukan sekadar soal kesempatan besar, tetapi juga tentang proses tumbuh yang konsisten. Dukungan dari rumah menjadi bagian penting yang membuatnya berani melangkah lebih jauh di industri musik.
