Kementerian Komunikasi dan Digital masih meminta Roblox memenuhi Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas. Pemerintah menilai kepatuhan penuh platform gim itu masih perlu dipastikan agar ruang digital tetap aman bagi anak-anak.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan komunikasi dengan Roblox masih berjalan. Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4/2026), Meutya menyebut pemerintah berharap platform itu segera menunjukkan kepatuhan yang sama seperti platform digital lain yang sudah menyatakan komitmen penuh.
Roblox belum dianggap patuh sepenuhnya
Kemenkomdigi menilai perubahan yang sudah dilakukan Roblox belum cukup untuk menyatakan kepatuhan penuh terhadap PP Tunas. Platform itu memang telah melakukan sejumlah penyesuaian, tetapi pemerintah masih melihat ada aspek penting yang belum terpenuhi.
Salah satu perhatian utama pemerintah adalah risiko interaksi pengguna muda dengan orang yang tidak dikenal. Kemenkomdigi menilai perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya dengan perubahan teknis, tetapi juga harus menjawab keamanan interaksi secara nyata.
Penyesuaian fitur yang sudah dilakukan
Roblox sebelumnya melakukan pembaruan pada 14 April. Perubahan itu mencakup hadirnya fitur Roblox Kids untuk pengguna usia 5-12 tahun dan Roblox Select untuk pengguna usia 13-15 tahun.
Kedua fitur tersebut dilengkapi teknologi verifikasi usia. Meski begitu, pemerintah menilai penggunaan verifikasi saja belum otomatis menutup seluruh celah keamanan yang bisa menimbulkan risiko bagi anak.
Meutya menegaskan bahwa pembatasan komunikasi dengan pihak tak dikenal menjadi salah satu kebutuhan utama orang tua di Indonesia. Karena itu, aspek ini dipandang penting dalam penerapan PP Tunas di platform digital yang banyak digunakan anak-anak.
Fokus pemerintah pada perlindungan anak
PP Tunas menempatkan perlindungan anak sebagai bagian inti dari pengelolaan ruang digital. Pemerintah ingin memastikan platform yang masuk dalam sorotan awal benar-benar menjalankan aturan sesuai tujuan perlindungan tersebut.
Dalam pandangan Kemenkomdigi, penyesuaian fitur belum cukup jika anak masih berpotensi berinteraksi dengan pihak yang tidak dikenal. Pemerintah menilai perlindungan harus lebih menyeluruh agar ekosistem digital tidak membuka ruang risiko baru bagi pengguna usia muda.
Delapan platform dalam tahap awal
Roblox menjadi perhatian tersisa dalam tahap awal implementasi PP Tunas. Sebelumnya, YouTube telah bergabung dengan enam platform digital lain yang lebih dulu menyatakan komitmen penuh terhadap aturan itu.
Salah satu poin yang ditegaskan dalam penerapan PP Tunas adalah pembatasan akses bagi pengguna di bawah usia 16 tahun. YouTube juga memperbarui kebijakan komunitasnya dengan menonaktifkan akun pengguna berusia di bawah 16 tahun di Indonesia.
Dengan perkembangan tersebut, dari delapan platform yang menjadi fokus awal implementasi PP Tunas, hanya Roblox yang belum menyatakan kepatuhan penuh. Kondisi ini membuat pemerintah terus menunggu langkah lanjutan dari perusahaan gim tersebut.
Komunikasi masih berlanjut
Meutya menyampaikan bahwa pembahasan dengan Roblox belum selesai. Pemerintah masih membuka ruang komunikasi agar platform itu bisa menyesuaikan diri dengan ketentuan yang berlaku dan memenuhi standar perlindungan anak yang diharapkan.
“Roblox masih berkomunikasi dan mudah-mudahan dalam waktu dekat kita juga bisa melihat kepatuhan yang sama,” ujar Meutya. Pernyataan itu menegaskan bahwa pemerintah masih memberi kesempatan kepada platform tersebut untuk menyelesaikan penyesuaian yang dibutuhkan.
Di tengah maraknya penggunaan platform digital oleh anak dan remaja, langkah pemerintah menekan kepatuhan Roblox menjadi bagian dari upaya memastikan aturan perlindungan anak tidak berhenti di atas kertas. Fokus utamanya tetap sama, yaitu menjaga ruang digital agar tetap aman bagi anak-anak yang mengaksesnya setiap hari.
Source: www.beritasatu.com






