Kemenhaj Jabar Pastikan PPIH Siap, Kunci Lancarnya Haji 2026 di Kertajati dan Bekasi

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat menegaskan kesiapan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji untuk mendukung kelancaran layanan jamaah pada musim haji 2026. Persiapan itu mencakup dua titik utama keberangkatan, yakni Embarkasi Jakarta-Bekasi dan Embarkasi Kertajati, Indramayu, yang menjadi pintu awal layanan bagi calon haji asal Jawa Barat.

Kepala Kanwil Kemenhaj Jabar Boy Hary Novian menyebut pelantikan petugas menjadi langkah penting untuk memastikan layanan berjalan tertib sejak jamaah masuk asrama hingga berangkat ke Tanah Suci. Ia menekankan bahwa pelayanan haji harus dijalankan secara terpadu agar jamaah mendapat kenyamanan, ketertiban, dan pendampingan yang memadai.

Petugas Dibagi Merata di Dua Embarkasi

Boy menjelaskan total panitia inti yang disiapkan mencapai 46 orang. Komposisi itu dibagi sama banyak, yakni 23 petugas untuk Embarkasi Kertajati dan 23 petugas untuk Embarkasi Jakarta-Bekasi.

Kehadiran petugas ini tidak hanya berasal dari unsur internal kementerian, tetapi juga melibatkan lintas sektor. Unsur Bea Cukai, Imigrasi, Kesehatan, TNI, dan Polri ikut membentuk ekosistem layanan untuk memastikan proses keberangkatan berjalan aman dan lancar.

Fokus pada Jamaah Lansia dan Layanan Konsumsi

Selain menyiapkan petugas, Kemenhaj Jabar juga memeriksa kesiapan layanan konsumsi melalui uji coba makanan atau meal test bersama maskapai penerbangan. Pemeriksaan ini penting karena kualitas konsumsi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenyamanan jamaah selama proses keberangkatan.

Boy menyebut menu yang dipilih harus ramah bagi jamaah lansia dan sesuai dengan selera masyarakat Indonesia. Sejumlah hidangan yang disiapkan antara lain ayam kecap, pepes ikan, dan rendang sapi agar lebih mudah diterima oleh calon haji asal Jawa Barat.

Data Kesiapan Embarkasi Kertajati

Kesiapan Embarkasi Kertajati juga terus dipacu sejak 31 Maret 2026. Penataan fasilitas mencakup kamar, aula, dan sarana pendukung lain untuk memastikan seluruh kebutuhan layanan asrama dapat terpenuhi saat jamaah mulai berdatangan.

Berikut ringkasan kesiapan yang telah disampaikan Kemenhaj Jabar:

  1. Total panitia inti: 46 orang.
  2. Embarkasi Kertajati: 23 petugas.
  3. Embarkasi Jakarta-Bekasi: 23 petugas.
  4. Calon haji asal Jabar: 29.643 orang.
  5. Visa calon haji Jabar: seluruhnya selesai diproses.
  6. Kesiapan fasilitas Kertajati: sejak 31 Maret 2026.
  7. Jadwal mulai menerima jamaah: 21 Mei.

Jumlah calon haji asal Jawa Barat pada musim haji ini mencapai 29.643 orang, sehingga kelancaran layanan di embarkasi menjadi perhatian utama. Seluruh visa disebut telah rampung diproses, membuat fokus berikutnya bergeser pada koordinasi antarlembaga dan kesiapan layanan lapangan.

Koordinasi Jadi Penentu Kelancaran

Kemenhaj Jabar menempatkan pelayanan terpadu sebagai prioritas karena proses haji dimulai jauh sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. Dengan petugas yang siap, fasilitas yang tertata, dan konsumsi yang sudah diuji, akses layanan di dua embarkasi diharapkan berlangsung lebih efisien dan nyaman bagi jamaah.

Salah satu indikator penting dari kesiapan itu adalah kemampuan tiap unsur bekerja selaras saat jamaah tiba di asrama, menjalani pemeriksaan, menerima layanan administrasi, hingga masuk ke tahapan pemberangkatan. Pada tahap ini, Embarkasi Kertajati dan Embarkasi Jakarta-Bekasi menjadi dua simpul layanan yang menentukan ritme awal penyelenggaraan haji dari Jawa Barat.

Source: jabar.antaranews.com

Baca Juga

Back to top button