Kenaikan kematian dini pada usia 35–39 tahun kini menjadi sinyal serius bagi kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan menilai masalah ini bukan lagi sekadar angka harapan hidup yang membaik, melainkan juga kualitas hidup sehat yang masih tertinggal jauh.
Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi menyebut usia harapan hidup masyarakat Indonesia sudah mencapai 74 tahun. Namun, usia harapan hidup sehat baru sekitar 60 tahun, sehingga banyak orang hidup lebih lama tetapi juga lebih lama bergulat dengan penyakit.
Penyakit Tidak Menular Menggeser Pola Kematian
Maria mengatakan kenaikan usia harapan hidup saat ini ikut ditopang oleh turunnya kematian bayi dan usia muda. Di saat yang sama, pola kematian bergeser karena premature death atau kematian sebelum rata-rata usia penduduk masih tinggi, dan mulai naik pada kelompok 35–39 tahun.
Ia menegaskan bahwa situasi ini berkaitan erat dengan meningkatnya penyakit tidak menular, terutama penyakit kardiovaskular. Stroke masih menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia, sementara penyakit jantung iskemik naik dari peringkat keempat menjadi nomor dua.
Di sisi lain, diabetes naik dari posisi kesembilan menjadi peringkat keempat, dan gagal ginjal kini masuk 10 besar penyebab kematian nasional. Pola ini menunjukkan beban penyakit kronis makin menekan usia produktif di Indonesia.
Faktor Risiko yang Sebenarnya Bisa Dikendalikan
Maria menjelaskan bahwa diabetes, hipertensi, dan obesitas menjadi faktor penting di balik tingginya risiko kematian dini. Ia juga menyoroti kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak sebagai pemicu utama yang memperburuk kondisi tersebut.
“Kalau kita lihat faktor risiko di dalamnya, kenapa bisa jantung, kenapa bisa strok, kenapa bisa gagal ginjal, itu sangat dipengaruhi oleh diabetes. Diabetes dipengaruhi oleh perilaku makan makanan manis, dipengaruhi oleh hipertensi, hipertensi dipengaruhi oleh perilaku makan makanan asin, kemudian juga dipengaruhi oleh status gizi obesitas,” ujarnya.
| Fakta Kesehatan yang Disorot Kemenkes | Keterangan |
|---|---|
| Usia harapan hidup | 74 tahun |
| Usia harapan hidup sehat | Sekitar 60 tahun |
| Target usia harapan hidup sehat | 65 tahun |
| Kelompok usia yang mulai naik kematian dini | 35–39 tahun |
| Penyebab kematian nomor satu | Stroke |
| Penyebab kematian nomor dua | Penyakit jantung iskemik |
Bonus Demografi Terancam Terganggu
Indonesia hanya memiliki waktu sekitar 10–15 tahun untuk memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, meningkatnya penyakit kronis di usia produktif dapat mengganggu produktivitas tenaga kerja nasional jika tidak segera ditekan.
Maria juga mengingatkan bahwa penyakit kardiovaskular kerap berkembang tanpa gejala yang jelas. Ia membandingkannya dengan penyakit infeksi yang biasanya lebih mudah dikenali lewat tanda seperti demam, diare, keringat, atau sakit kepala.
“Kalau kita sekarang sering mendengarkan anak muda lari meninggal serangan jantung karena apa? Karena penyakit-penyakit kardiovaskular ini enggak seperti dulu penyakit infeksi, rasanya demam, diare, keringat, sakit kepala,” ucapnya.
Kemenkes kini mendorong transformasi layanan kesehatan yang lebih berorientasi pada pencegahan. Fokusnya ada pada perbaikan pola konsumsi, peningkatan asupan gizi seimbang, serta pengurangan gula, garam, dan lemak untuk menekan risiko penyakit tidak menular sejak usia produktif.
Jika langkah pencegahan tidak bergerak cepat, tren kematian dini di usia 35–39 tahun bisa menjadi tanda bahwa tantangan kesehatan Indonesia bukan hanya soal panjangnya umur, tetapi juga seberapa lama masyarakat dapat hidup sehat.
