Kemarau Kering dan 1.770 Hotspot di Kalsel, 180 Personel Manggala Agni Disiagakan

Ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan meningkat di tengah puncak musim kemarau 2026 yang dipengaruhi El Niño. Sebanyak 1.770 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi telah terdeteksi di sejumlah wilayah provinsi tersebut.

Kondisi ini mendorong Kementerian Kehutanan menyiagakan 180 personel Manggala Agni untuk memperkuat pencegahan dan respons awal. Personel ditempatkan di tiga Daerah Operasional, yaitu Tanah Bumbu, Banjarbaru, dan Tanah Laut.

Api Sudah Membakar Ratusan Hektare

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, luas Karhutla Kalimantan Selatan tercatat mencapai 383,07 hektare. Kebakaran terjadi di lahan gambut maupun lahan mineral, dengan porsi terbesar berada pada lahan mineral.

Luas lahan mineral yang terbakar mencapai 353,63 hektare, sedangkan kebakaran di lahan gambut tercatat seluas 29,44 hektare. Data tersebut menunjukkan pentingnya pencegahan sebelum titik panas berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Indikator Karhutla KalselData 2026
Luas karhutla Januari–Juni383,07 hektare
Lahan gambut terbakar29,44 hektare
Lahan mineral terbakar353,63 hektare
Hotspot sedang hingga tinggi1.770 titik

Menurut prediksi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Periode 2026–2027 diperkirakan menghadapi kondisi yang lebih kering akibat pengaruh El Niño.

Risiko itu juga terlihat pada situasi nasional yang terus dipantau melalui Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan atau SIPONGI. Berdasarkan citra Satelit Terra/Aqua NASA hingga 17 Juli 2026, jumlah hotspot nasional naik 166,99% dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Patroli dan Pemadaman Dini Diperkuat

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Thomas Nifinluri, mengatakan personel Manggala Agni menjalankan patroli rutin, pemantauan hotspot, pemadaman dini, dan edukasi bagi masyarakat. Langkah itu diarahkan untuk memperkuat pencegahan di kawasan yang rawan terbakar.

“Personel tersebut melaksanakan patroli rutin, pemantauan hotspot, pemadaman dini, serta edukasi kepada masyarakat sebagai upaya penguatan pencegahan,” kata Thomas. Kegiatan lapangan tersebut dilakukan bersama berbagai pihak di Kalimantan Selatan.

Sepanjang 2026, Manggala Agni bersama pihak terkait telah melakukan 107 operasi pemadaman di Kalimantan Selatan. Total areal yang ditangani dalam operasi tersebut mencapai 321,04 hektare.

Pada 16 Juli 2026, petugas masih menangani dua operasi pemadaman di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kota Banjarbaru. Tim juga melakukan pemeriksaan lapangan atau ground check titik panas di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Kotabaru.

Kalsel Berada di Tengah Ancaman Nasional

Kementerian Kehutanan mencatat luas karhutla nasional pada Januari hingga Juni 2026 mencapai 107.465,47 hektare. Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luasan kebakaran terbesar, diikuti Riau dan Nusa Tenggara Timur.

ProvinsiLuas Karhutla
Kalimantan Barat28.680,47 hektare
Riau15.477,95 hektare
Nusa Tenggara Timur10.538,30 hektare
Maluku7.091,07 hektare
Papua Selatan6.281,81 hektare

Selain pencegahan dan pemadaman, pemerintah menyiapkan langkah penegakan hukum terhadap pembakaran hutan. Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho menyebut sanksi administratif dapat dijatuhkan kepada perusahaan yang tidak menjaga wilayah kerjanya.

Penanganan juga dapat mencakup gugatan perdata untuk pemulihan lingkungan serta penindakan pidana terhadap pelaku perorangan maupun korporasi yang terbukti membakar hutan. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan api dan segera melapor kepada aparat atau instansi terkait bila menemukan indikasi kebakaran.

Source: mediaindonesia.com
Terkait