OnePlus akan menghentikan penjualan perangkat baru di Eropa dan Amerika Utara, dua pasar internasional terbesar yang telah digarap merek tersebut selama lebih dari satu dekade. Keputusan ini berarti konsumen di kedua wilayah tidak lagi memiliki akses terhadap ponsel OnePlus baru pada masa mendatang.
Meski penjualan perangkat baru dihentikan, pengguna OnePlus yang sudah ada tidak ditinggalkan sepenuhnya. Perusahaan menyatakan pembaruan perangkat lunak dan layanan purnajual tetap tersedia bagi perangkat yang telah beredar.
Dukungan untuk Pengguna Lama Tetap Berjalan
Keberlanjutan pembaruan dan layanan purnajual menjadi poin penting bagi pemilik perangkat OnePlus di Eropa serta Amerika Utara. Namun, pernyataan tersebut tidak mengubah fakta bahwa pilihan perangkat baru OnePlus akan hilang dari kanal penjualan di kedua pasar itu.
Penarikan ini menandai perubahan besar dalam strategi internasional OnePlus. Merek tersebut sebelumnya dikenal sebagai salah satu pemain yang cukup aktif menawarkan smartphone Android di pasar Barat.
Fokus bisnis OnePlus kini akan diarahkan ke China dan India. Operasional di dua wilayah itu disebut tetap berjalan seperti biasa, sehingga penyesuaian strategi ini terutama berdampak pada pasar Eropa dan Amerika Utara.
Di pasar Barat, Oppo diperkirakan akan mengambil peran yang lebih besar setelah OnePlus menghentikan penjualan perangkat barunya. Perubahan ini berpotensi menggeser pilihan konsumen yang selama ini mempertimbangkan OnePlus di segmen Android.
| Wilayah | Status Penjualan OnePlus Baru | Status Pengguna Lama |
|---|---|---|
| Eropa | Akan dihentikan | Pembaruan perangkat lunak dan layanan purnajual tetap tersedia |
| Amerika Utara | Akan dihentikan | Pembaruan perangkat lunak dan layanan purnajual tetap tersedia |
| China dan India | Operasional tetap berjalan | Berjalan seperti biasa |
Strategi Baru di Tengah Persaingan Ponsel yang Ketat
Langkah OnePlus muncul ketika sejumlah produsen besar juga menyiapkan perangkat dan strategi baru. Xiaomi, misalnya, memperkenalkan Redmi Note 17 dan Redmi Note 17 Pro di China dengan kapasitas baterai yang sangat besar.
Menurut GSM Arena, Redmi Note 17 membawa baterai 8.000 mAh, sedangkan Redmi Note 17 Pro memakai baterai 9.000 mAh. Kedua perangkat ini termasuk di antara smartphone dengan kapasitas baterai terbesar yang pernah diperkenalkan.
| Model | Baterai | Layar | Harga Awal China |
|---|---|---|---|
| Redmi Note 17 | 8.000 mAh | 7 inci OLED 120Hz | CNY 1.199 |
| Redmi Note 17 Pro | 9.000 mAh | 6,83 inci OLED 120Hz | CNY 1.599 |
Kedua ponsel Redmi itu dibekali ketahanan debu dan air IP69, Android 16 berbasis HyperOS, serta chipset Qualcomm. Xiaomi menyebut baterainya dirancang untuk bertahan hingga 1.600 siklus pengisian daya.
Redmi Note 17 Pro memiliki pembeda berupa kamera utama 200 MP dan pengisian daya 67W. Kedua model telah dijual di China, tetapi ketersediaan globalnya belum diumumkan.
Produsen Lain Siapkan Perangkat Baru
Samsung juga menjadi perhatian menjelang Galaxy Unpacked yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli. Render yang tampak resmi memperlihatkan Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Flip8, Galaxy Watch9, dan Galaxy Watch Ultra2 dalam sejumlah warna baru.
Galaxy Z Fold8 Ultra disebut dapat membawa layar lebih besar, kamera utama 200 MP, RAM hingga 16 GB, serta baterai lebih besar dibandingkan model standar. Galaxy Z Fold8 reguler juga dikabarkan memakai layar sampul lebih lebar agar terasa lebih menyerupai smartphone konvensional.
Google pun menghadapi bocoran mengenai Pixel 11 menjelang acara Made by Google pada 12 Agustus. Lini ini diperkirakan mencakup Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold.
Listing ritel awal menunjukkan Pixel 11 dasar kemungkinan dibuka dari US$899 untuk penyimpanan 256GB. Perangkat itu disebut memiliki layar OLED 6,3 inci, RAM 12GB, baterai mendekati 5.000 mAh, serta Tensor G6 berfabrikasi 2nm.
Di tengah rencana perangkat baru dari sejumlah rival, keputusan OnePlus meninggalkan Eropa dan Amerika Utara menjadi perubahan penting bagi lanskap ponsel Android. Bagi pengguna lama, keberlanjutan pembaruan dan layanan purnajual menjadi jaminan utama saat merek tersebut mengalihkan fokusnya ke China dan India.
Source: www.gsmarena.com






