
KEK Industropolis Batang semakin menegaskan posisinya sebagai magnet investasi baru yang tidak hanya berburu modal, tetapi juga teknologi, pelatihan tenaga kerja, dan pembiayaan infrastruktur. Dalam rangkaian diplomasi investasi di Austria, Slowakia, dan Belanda, kawasan ini mengunci komitmen strategis yang menyentuh vokasi, energi hijau, smart infrastructure, hingga koridor logistik internasional.
Momentum itu datang di tengah pentingnya investasi bagi ekonomi nasional. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyebut investasi menyumbang sekitar 32 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026.
Austria buka jalan vokasi dan energi net-zero
Di Wina, Austria, pada 18 Mei 2026, KEK Industropolis Batang bertemu Kamar Dagang Austria atau Wirtschaftskammer Österreich, EEE Group, dan ANDRITZ Hydro. Pertemuan itu membuka peluang pemanfaatan skema Austrian Soft Loan untuk membangun Vocational Training Centre di atas lahan 7 hektare di dalam kawasan industri.
Pusat pelatihan itu disiapkan bersama EEE Group untuk kebutuhan tenaga kerja industri modern. Fokusnya mencakup teknisi kelistrikan, elektronika, dan pengelasan tingkat lanjut agar kebutuhan tenant kawasan dapat terpenuhi.
ANDRITZ Hydro juga menyatakan komitmen menjajaki lokalisasi teknologi dan pasokan energi hijau. Arah kerja sama ini sejalan dengan pengembangan kawasan industri yang berwawasan lingkungan dan menuju transformasi energi net-zero.
Slowakia sorot infrastruktur pintar dan koridor logistik
Agenda berikutnya bergeser ke Bratislava pada 20 Mei 2026 lewat Indonesia-Slovakia Investment and Business Forum. Forum itu dihadiri lebih dari 35 pimpinan perusahaan Eropa dan menjadi panggung penjajakan kerja sama industri, pembiayaan, serta logistik.
Dalam forum tersebut, PT Kawasan Industri Terpadu Batang menandatangani Letter of Intent dengan Innovation Platform Capital. Penandatanganan dilakukan oleh Thomas Edde selaku Senior Partner Smart City & Infrastructure Portfolio dari perusahaan itu.
Kesepakatan ini membuka akses pendanaan global berskema government-backed untuk pembangunan infrastruktur pintar dan utilitas kawasan. Sejumlah pelaku industri Slowakia juga menimbang peluang kerja sama yang lebih luas dengan KEK Industropolis Batang.
Kamar Dagang Regional SOPK Bratislava menaruh perhatian pada circular economy. Sementara itu, SARIO terlibat dalam penyusunan pipeline eksportir teknologi, dan Edgar Baker bersama GI Group membahas pemetaan kesiapan tenaga kerja.
Dari sektor industri dan logistik, Kinazo Design, Power Xtender, dan ICTS Logistic ikut mengkaji koridor logistik Eropa-Indonesia. Mereka juga membuka peluang pembentukan logistics hub di kawasan Batang.
Pembahasan lain menyentuh pengolahan baja untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa bersama Schmidt Rozmer sro. Ragam minat ini memperlihatkan bahwa kawasan Batang dipandang bukan hanya sebagai lokasi produksi, tetapi juga simpul industri dan distribusi.
Belanda bahas pembiayaan berkelanjutan
Diplomasi investasi berlanjut di Amsterdam dan Den Haag pada 22 Mei 2026 bersama Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda L. Amrih Jinangkung dan Bagian Ekonomi KBRI Den Haag Maudi Purliayu. Pertemuan itu menyepakati strategi penyaringan investor dengan menjadikan PT Wavin Manufacturing Indonesia sebagai contoh keberhasilan investasi perusahaan Eropa Barat di KEK Industropolis Batang.
Pembahasan juga menyoroti peluang pembiayaan infrastruktur publik berkelanjutan hingga 300 juta euro melalui Invest International Belanda. Skema tersebut akan dikawal lewat penyusunan concept note business forum dan penyelarasan dokumen nasional, termasuk Blue Book.
Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang Ngurah Wirawan menilai rangkaian kerja sama di Eropa menunjukkan daya tarik global kawasan tersebut. Ia menyebut kehadiran mitra strategis dari tiga negara Eropa tidak hanya membawa investasi, tetapi juga transfer teknologi dan penguatan sumber daya manusia lewat pendidikan vokasi.
Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Edwin Manansang menilai capaian itu sebagai standar baru pengembangan kawasan ekonomi di Indonesia. Menurut dia, dukungan fiskal dan nonfiskal pemerintah ikut meningkatkan daya saing kawasan serta memperkuat kepastian bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan daerah.
Keterlibatan Kantor Staf Presiden, Sekretariat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Indonesia Investment Promotion Centre London, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara tujuan ikut memperkuat jejaring investasi ini. Dengan kombinasi vokasi, energi hijau, pembiayaan infrastruktur, dan logistik, KEK Industropolis Batang kini masuk peta kerja sama yang lebih luas di Eropa.





