Jetour T1 i-DM datang membawa paket yang jarang digabungkan dalam satu SUV, yaitu karakter urban adventure, efisiensi tinggi, dan kabin lega. Model ini juga tidak sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya, sehingga lebih mudah diterima di pasar yang masih berkembang untuk kendaraan elektrifikasi.
PT Jetour Sales Indonesia memperkenalkan mobil ini di Bandung pada 7 Juli 2026, dengan strategi menyasar konsumen yang menginginkan kenyamanan premium sekaligus performa tangguh. Pendekatan itu membuat T1 i-DM tampil sebagai alternatif menarik di segmen SUV hybrid yang mulai ramai dilirik konsumen Indonesia.
Mesin Hybrid, Motor Listrik, dan Baterai Besar
Pusat perhatian Jetour T1 i-DM ada pada sistem Intelligent Dual Mode yang memadukan mesin bensin dan motor listrik secara otomatis. Kombinasi ini ditopang mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, transmisi Dedicated Hybrid Transmission, dan baterai Lithium Iron Phosphate 18,4 kWh.
Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 136 PS dan torsi 220 Nm, sedangkan motor listriknya menyumbang 204 PS dan torsi 310 Nm. Jetour menyebut efisiensi termal mesin hybrid ini mencapai 44,5 persen.
| Komponen | Data Utama | Keterangan |
|---|---|---|
| Mesin ACTECO 1.5 TGDI | 136 PS, 220 Nm | Dedicated Hybrid Engine |
| Motor listrik | 204 PS, 310 Nm | Penggerak hybrid |
| Baterai LFP | 18,4 kWh | Dukung DC Fast Charging |
Baterai 18,4 kWh itu bisa diisi dari 30 persen ke 80 persen dalam sekitar 27 menit lewat DC Fast Charging. Unit baterainya juga sudah mengantongi sertifikasi IP68 untuk perlindungan terhadap debu dan air.
Mode Berkendara, Jarak Tempuh, dan Kabin yang Lapang
Dalam mode listrik murni, T1 i-DM diklaim mampu melaju hingga 100 kilometer berdasarkan standar WLTC. Sistemnya juga mengatur kerja mesin dan motor secara otomatis melalui Pure EV Drive, Intelligent Hybrid, Series Drive, Parallel Drive, dan Direct Engine Drive saat kecepatan tinggi.
Dimensi bodinya cukup besar untuk ukuran SUV urban adventure, dengan panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.843 mm, dan wheelbase 2.800 mm. Hasilnya, kabin terasa lega dan bagasi punya kapasitas hingga 1.455 liter.
| Dimensi | Angka | Fungsi |
|---|---|---|
| Panjang | 4.705 mm | Ruang bodi lebih besar |
| Lebar | 1.967 mm | Kabin lebih lapang |
| Tinggi | 1.843 mm | Postur SUV |
| Wheelbase | 2.800 mm | Stabilitas dan ruang interior |
| Kapasitas bagasi | 1.455 liter | Untuk kebutuhan keluarga dan luar ruang |
Jetour juga menaruh perhatian besar pada kenyamanan kabin. Ada 79 titik peredam suara, kaca akustik ganda di depan dan belakang, serta teknologi Ultra Quiet NVH yang membuat tingkat kebisingan saat idle diklaim berada di bawah 40 dB.
Fitur kenyamanan lain yang ikut disematkan meliputi Dual Zone AC, 24 Hour Parking AC, Nap Mode, ventilasi otomatis kabin, dan leg rest untuk penumpang depan. Mobil ini juga membawa fitur Vehicle-to-Load 3,3 kW untuk mendukung perangkat elektronik saat dibutuhkan.
Harga, Garansi, dan Fitur Keselamatan
Di pasar Bandung, Jetour T1 dibanderol Rp413 juta OTR Bandung, sedangkan Jetour T1 i-DM berada di level Rp566 juta OTR Bandung. Untuk 500 konsumen pertama, harganya turun menjadi Rp393 juta untuk T1 bensin dan Rp546 juta untuk T1 i-DM.
Pembeli juga mendapat garansi kendaraan dan mesin selama 6 tahun tanpa batas kilometer. Khusus varian hybrid, garansi baterai diberikan selama 8 tahun atau 160.000 km, disertai gratis jasa servis dan suku cadang hingga 3 tahun atau 30.000 km.
| Varian | Harga OTR Bandung | Harga Peluncuran |
|---|---|---|
| Jetour T1 | Rp413 juta | Rp393 juta |
| Jetour T1 i-DM | Rp566 juta | Rp546 juta |
Dari sisi keamanan, SUV ini memakai struktur monocoque dengan 80 persen high-strength steel dan dilengkapi 13 fitur Advanced Driver Assistance Systems atau ADAS. Dengan kombinasi itu, T1 i-DM masuk ke segmen SUV hybrid baru yang menawarkan efisiensi, kenyamanan, dan perlengkapan modern dalam satu paket.
Jetour T1 i-DM juga memosisikan diri sebagai kendaraan yang siap dipakai harian tanpa mengorbankan rasa petualangan. Di saat pasar masih mencari titik seimbang antara efisiensi dan kepraktisan, model ini mencoba menawarkan keduanya sekaligus.
