Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan enam lokasi peruntukan industri yang diproyeksikan menjadi kawasan industri baru. Langkah ini membuka pilihan lahan bagi investor sekaligus memperbesar peluang penyerapan tenaga kerja di sejumlah daerah.
Peluang tersebut menarik perhatian Sembcorp Industries dari Singapura, yang melihat Jawa Tengah sebagai bagian penting dalam ekspansi bisnis industrinya di Indonesia. Perusahaan ini ingin membangun poros regional yang menghubungkan Vietnam, Singapura, dan Indonesia.
Enam Lokasi Mulai Ditawarkan
Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari mengatakan pemerintah provinsi telah memetakan kabupaten dan kota yang memenuhi syarat untuk mengajukan kawasan industri maupun Kawasan Ekonomi Khusus. Sejumlah lokasi yang telah dipetakan itu juga disebut sudah mendapatkan pendekatan atau sounding minat dari investor.
Salah satu syarat utama yang disiapkan ialah ketersediaan lahan minimal 50 hektare. Setiap peluang investasi juga telah dikaji dalam bentuk investment project ready to offer agar dapat langsung ditawarkan kepada calon investor.
Kesiapan lokasi menjadi faktor penting karena kawasan industri dipandang sebagai magnet bagi penanaman modal. Pemerintah provinsi tidak hanya mengejar nilai investasi, tetapi juga ingin memperluas alternatif lokasi bagi perusahaan yang hendak masuk ke Jawa Tengah.
Penjajakan peluang ini dibahas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Chief Operating Officer Sembcorp Industries Gareth Wong di Kota Semarang pada 21 Juli 2026. Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan kerja sama dan kemungkinan pembangunan kawasan industri baru.
KEK Kendal Jadi Acuan
Pengembangan KEK Kendal menjadi pijakan utama dalam pembicaraan ekspansi berikutnya. Sembcorp Industries telah menjadi mitra strategis Jawa Tengah sejak 2016, terutama dalam pengembangan industri, energi, dan kawasan berkelanjutan.
Menurut Sakina Rosellasari, kelancaran pengembangan KEK Kendal diharapkan dapat mendorong Sembcorp membangun kawasan industri lain di Jawa Tengah. Sembcorp Industries dikenal sebagai pengelola KEK Kendal serta Jababeka.
| Indikator KEK Kendal | Realisasi | Periode |
|---|---|---|
| Akumulasi investasi | Rp187,05 triliun | Hingga akhir 2025 |
| Realisasi investasi | Sekitar Rp6 triliun | Hingga Juli 2026 |
| Target investasi | Sekitar Rp9 triliun | 2026 |
| Tenaga kerja terserap | Hampir 118 ribu orang | Hingga Triwulan I 2026 |
Akumulasi investasi di KEK Kendal telah mencapai Rp187,05 triliun hingga akhir 2025. Hingga Juli 2026, realisasi investasi tercatat sekitar Rp6 triliun dengan target sekitar Rp9 triliun sepanjang tahun ini.
Kawasan tersebut juga menyerap hampir 118 ribu tenaga kerja hingga Triwulan I 2026. Dampaknya turut terlihat pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal yang disebut mencapai sekitar 9 persen, tertinggi di Jawa Tengah.
Target Poros Vietnam-Singapura-Indonesia
Gareth Wong menilai ruang pembangunan kawasan industri baru di Jawa Tengah masih sangat besar. Sembcorp Industries sendiri memiliki 26 kawasan industri di Vietnam dan Singapura, lalu ingin memperluas jangkauan bisnisnya ke Indonesia.
“Kami ingin membuat poros Vietnam, Singapura, dan Indonesia. Jawa Tengah sangat menarik menjadi bagian dari itu,” kata Gareth Wong.
Ia menilai penambahan serta perluasan kawasan industri merupakan strategi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan masa depan Jawa Tengah. Menurutnya, Indonesia, khususnya Jawa Tengah, tetap memiliki daya tarik kuat bagi pengembangan industri.
“Ada banyak area. Jadi Indonesia, khususnya Jawa Tengah akan sangat menarik di masa depan. Kami masih melihat Indonesia sebagai daerah yang sangat kuat,” jelasnya.
Pembicaraan ini merupakan kelanjutan komunikasi yang telah berlangsung sejak Agustus 2025, ketika rencana pengembangan KEK Kendal disampaikan kepada Ahmad Luthfi. Rencana tersebut kini disebut memasuki tahap realisasi melalui perluasan kawasan dan masuknya perusahaan baru.
Tahap lanjutan pengembangan Kawasan Industri Jawa Tengah akan bergantung pada kesiapan lahan, kajian proyek, dan minat investor terhadap enam lokasi yang sudah dipetakan. Jika terealisasi, pilihan kawasan yang lebih beragam dapat memperluas sebaran investasi di luar pusat industri yang telah berkembang.
