Pulau Jawa akan kembali dibanjiri proyek jalan tol baru setelah pemerintah memasukkan banyak ruas ke dalam Proyek Strategis Nasional. Daftar itu bukan hanya panjang, tetapi juga menyentuh koridor paling sibuk di Indonesia, dari wilayah metropolitan hingga jalur logistik antardaerah.
Di antara nama yang paling menonjol, ada Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap yang disebut sebagai tol terpanjang di Indonesia. Kehadiran ruas ini memperlihatkan bahwa fokus pemerintah tidak hanya pada konektivitas kota besar, tetapi juga pada penguatan jalur penghubung lintas wilayah di Jawa.
Ruas di Jabodetabek dan sekitarnya
Sejumlah proyek masuk dari area Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, termasuk Serang-Panimbang, Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Ciawi-Sukabumi-Ciranjang-Padalarang, Serpong-Cinere, Cinere-Jagorawi, serta Cimanggis-Cibitung. Ada pula Cibitung-Cilincing, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Serpong-Balaraja, dan Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran.
Untuk Jakarta, pemerintah juga memasukkan enam ruas bagian tol dalam kota. Enam ruas itu adalah Semanan-Sunter, Sunter-Pulo Gebang, Duri Pulo-Kampung Melayu, Kemayoran-Kampung Melayu, Ulujami-Tanah Abang, dan Pasar Minggu-Casablanca.
Jalur besar di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat
Di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, daftar PSN memuat Semarang-Demak, Yogyakarta-Bawen, dan Solo-Yogyakarta-Kulon Progo. Masuk pula Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap yang melintasi Jawa Barat dan Jawa Tengah, sehingga menjadi salah satu proyek paling krusial dalam peta konektivitas pulau ini.
Di Jawa Barat, proyek lain yang tercantum ialah Bogor Ring Road, Depok-Antasari termasuk Bojonggede-Salabenda, serta Akses Pelabuhan Patimban. Ketiganya memperlihatkan arah pembangunan yang bukan hanya mengejar perjalanan antarkota, tetapi juga akses ke simpul ekonomi yang penting.
Koridor timur Jawa tetap jadi prioritas
Jawa Timur juga mendapat porsi besar lewat Pasuruan-Probolinggo, Probolinggo-Banyuwangi, Krian-Legundi-Bunder-Manyar, dan Ngawi-Kertosono-Kediri. Pemerintah juga mencatat pembangunan fly over dari dan menuju Terminal Teluk Lamong dalam daftar tersebut.
Rangkaian proyek di sisi timur ini menegaskan bahwa koridor logistik dan mobilitas antardaerah masih menjadi perhatian utama. Jalur-jalur tersebut diposisikan untuk memperkuat arus barang sekaligus memperlancar pergerakan kendaraan di kawasan industri dan pelabuhan.
Fokus pada pelabuhan dan jaringan perkotaan
Selain ruas antarkota, pemerintah juga memasukkan proyek yang menghubungkan simpul transportasi dan pelabuhan. Di antaranya adalah Akses Pelabuhan Tanjung Priok Timur Baru atau New Priok Eastern Access, pengembangan Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono Section Harbour Road II, dan Jalan Tol Ancol Timur-Pluit elevated.
Ada juga pengembangan Jalan Tol Dalam Kota Bandung melalui North-South Link Bandung dan Bandung Inter Urban Toll Road. Daftar ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diarahkan ke tol jarak jauh, tetapi juga ke jaringan urban yang padat dan rawan kemacetan.
Aturan pengawasan ikut diperjelas
Dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, penanggung jawab PSN wajib melapor kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian bila proyek tidak selesai tepat waktu. Laporan tersebut harus memuat pelaksanaan pekerjaan sekaligus usulan revisi rencana penyelesaian.
Ketentuan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin memastikan proyek-proyek besar itu tidak hanya tercantum di atas kertas. Dengan sebaran yang luas dan jumlah ruas yang banyak, perhatian kini bergeser ke pelaksanaan di lapangan dan kepastian penyelesaiannya.
Source: www.cnbcindonesia.com






