Jateng Peta Ulang Wilayah Rawan Kekeringan, Cara Cepat Amankan Lumbung Pangan Nasional

Jawa Tengah memperketat langkah menghadapi musim kemarau dengan fokus pada ancaman yang paling dekat dengan lahan pangan: kekeringan. Gubernur Ahmad Luthfi meminta pemerintah kabupaten/kota segera memetakan wilayah rawan kekeringan, sumber air, kebutuhan irigasi, dan infrastruktur pendukung pertanian.

Langkah itu menjadi penting karena Jawa Tengah masih memegang peran besar sebagai lumbung pangan nasional. Luthfi menyebut, pada tahun kemarin provinsi ini menghasilkan 9,1 juta ton gabah kering, dan 15,6 persen di antaranya menopang kebutuhan nasional.

Pemetaan untuk cegah gangguan produksi

Luthfi menekankan bahwa capaian produksi itu harus dijaga bersama pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga forkopimda. Menurut dia, pemetaan wilayah rawan menjadi dasar agar intervensi bisa dilakukan lebih tepat saat kemarau mulai membebani pertanian.

Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan informasi teknis yang dibutuhkan untuk menghadapi musim kering. Data tentang sumber air dan kebutuhan irigasi dinilai penting agar gangguan pada produksi pangan bisa ditekan sejak awal.

TNI dan Polri ikut bergerak

Dalam strategi mitigasi kekeringan, Luthfi meminta TNI ikut memetakan daerah yang akan menjadi titik intervensi untuk embung dan irigasi. TNI juga diarahkan membantu penanganan sumber air, sumurisasi, dan pipanisasi.

Polri diminta mendukung distribusi air dengan kendaraan yang dimiliki. Skema kerja bersama ini disiapkan agar kebutuhan air petani tetap terjaga saat sumber air mulai menurun.

Perhatian juga pada keselamatan petani

Di luar urusan air, Luthfi mengingatkan agar pengendalian hama tikus tidak dilakukan dengan cara berbahaya seperti setrum listrik. Ia menegaskan keselamatan petani harus tetap menjadi perhatian dalam menjaga produktivitas pangan.

Gangguan kera di kawasan pertanian juga ikut disorot. Penanganannya, menurut Luthfi, tidak boleh dilakukan dengan cara dibunuh, dan pemerintah provinsi akan bersurat kepada menteri kehutanan untuk meminta tambahan kuota tangkap dan pengamanan.

Dengan tekanan musim kemarau yang mulai terasa di sejumlah daerah, Jawa Tengah memperkuat antisipasi dari level pemetaan hingga dukungan lapangan. Arah kebijakannya jelas, yaitu menjaga produksi pertanian tetap stabil tanpa mengabaikan keselamatan petani.

Source: radioidola.com

Baca Juga

Back to top button