Jateng Open Jadi Ukuran Baru, Atletik Bali Kejar Patokan Nyata Menuju PON

Keikutsertaan atlet Bali di Jateng Open 2026 dipandang sebagai lebih dari sekadar laga tanding. Ajang ini akan menjadi ukuran nyata untuk melihat kesiapan atlet-atlet Bali saat menghadapi lawan dari luar daerah, sekaligus bagian penting dari pembinaan menuju PON Nusa Tenggara Timur-Nusa Tenggara Barat.

Di Bangli, kejuaraan itu juga membuka peluang bagi atlet-atlet lokal untuk mendapat panggung yang lebih besar. Pengkab PASI Bangli bahkan telah mengusulkan keberangkatan 11 orang, terdiri atas delapan atlet, dua pelatih, dan satu sekretaris pengkab.

Ujian sebelum PON

Jateng Open dinilai penting karena memberi ruang bagi atlet untuk mengukur perkembangan prestasi lewat persaingan langsung dengan atlet dari provinsi lain. Bagi pembinaan, ajang seperti ini menjadi pembeda antara hasil latihan harian dan kemampuan bertanding di level yang lebih luas.

“Jateng Open menjadi kesempatan atlet kami menjajal kemampuan dengan atlet-atlet dari provinsi lain. Ini penting sebagai tolok ukur menuju PON NTT-NTB,” kata Sekretaris Pengkab PASI Bangli, Nengah Budiarsa, saat dikonfirmasi Kamis (9/7).

Menurut Budiarsa, jika atlet tidak diberi kesempatan tampil di kejuaraan semacam ini, akan sulit mengetahui sejauh mana perkembangan prestasinya dibandingkan atlet daerah lain. Ia juga menjabat Ketua Harian PASI Bali dan menekankan bahwa kompetisi luar daerah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pembinaan.

Nomor yang dipantau di Bangli

Bangli melihat beberapa nomor atletik sebagai sektor yang layak didorong tampil di Jateng Open. Nomor-nomor itu meliputi lompat jauh putri, lompat jangkit putri, lari 800 meter, serta sprint 100, 200, dan 400 meter.

Nomor AtletikJenisFokus
Lompat jauh putriLapanganDiproyeksikan jadi kekuatan Bali di PON
Lompat jangkit putriLapanganDiproyeksikan jadi kekuatan Bali di PON
Lari 800 meterLintasanDiproyeksikan jadi kekuatan Bali di PON
100, 200, dan 400 meterSprintDiproyeksikan jadi kekuatan Bali di PON

Atlet-atlet di nomor tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari kekuatan Bali pada PON mendatang. Karena itu, keikutsertaan di Jateng Open dianggap penting untuk membaca kesiapan mereka di level nasional.

Di level provinsi, Pengprov PASI Bali juga telah mengusulkan dukungan anggaran agar lebih banyak atlet dari kabupaten dan kota di Bali bisa tampil. Namun jika dana terbatas, prioritas akan diberikan kepada atlet yang sedang menunjukkan peningkatan prestasi dan punya peluang meraih medali.

Laporan ke pemerintah daerah

Rencana pengiriman kontingen Bangli telah disampaikan kepada Bupati Bangli. Pemerintah daerah disebut selama ini memberi perhatian terhadap pembinaan atlet, sehingga ada harapan usulan itu bisa disetujui.

“Saya sudah melaporkan kepada Pak Bupati. Mudah-mudahan mendapat persetujuan karena ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan atlet di Bangli,” ujar Budiarsa.

Harapan itu juga sejalan dengan dorongan agar sinergi antara Pengprov PASI Bali, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan tetap terjaga. Budiarsa menilai pembinaan atlet akan lebih berkelanjutan jika dukungan berjalan bersama, bukan berdiri sendiri.

Dengan target menuju PON NTT-NTB, Jateng Open kini menjadi titik ukur yang dianggap paling nyata untuk menilai kesiapan atlet Bali. Dari sana, hasil latihan diharapkan bisa terlihat jelas saat mereka berhadapan langsung dengan pesaing dari daerah lain.

Source: www.nusabali.com
Terkait