Seragam Sekolah di Tulungagung Mulai Ramai, Tapi Omzet Pedagang Masih Tertahan

Menjelang masuk tahun ajaran baru, penjualan seragam sekolah di Kabupaten Tulungagung mulai bergerak naik. Namun, kenaikan itu belum cukup kuat untuk mengembalikan omzet pedagang ke level yang mereka harapkan.

Di tengah ramainya pembeli, Toko Seragam Lancar Jaya Tulungagung mencatat pergerakan transaksi yang lebih hidup sejak sekitar sepekan terakhir. Pembeli datang untuk menyiapkan kebutuhan siswa SD, SMP, hingga SMA, tetapi pola belanjanya masih cenderung hati-hati.

Seragam SD Jadi Paling Diburu

Moh Fahrudin, pemilik toko, mengatakan seragam sekolah dasar menjadi barang yang paling banyak dicari. Penjualan seragam SD bahkan mencapai 60 hingga 70 pasang per hari, jauh di atas kondisi normal yang hanya sekitar 10 hingga 15 pasang per hari.

Untuk jenjang SMP dan SMA, penjualan juga ikut naik, meski tidak setinggi SD. Fahrudin menilai kenaikannya berada di kisaran 40 persen hingga 50 persen, sementara sebagian keluarga masih memanfaatkan seragam bekas milik kakak atau saudara.

Jenis SeragamPenjualan NormalPenjualan Saat Ramai
SD10 hingga 15 pasang per hari60 hingga 70 pasang per hari
SMP dan SMATidak disebutkanNaik 40 persen hingga 50 persen

Omzet Masih Di Bawah Tahun Lalu

Meski pembeli mulai berdatangan, omzet kotor yang dibukukan toko belum kembali seperti musim masuk sekolah sebelumnya. Saat ini, omzet berada di kisaran Rp15 juta hingga Rp20 juta.

Angka itu masih tertinggal dibandingkan tahun sebelumnya, ketika omzet kotor bisa mencapai Rp25 juta hingga Rp30 juta. Kondisi ini membuat lonjakan permintaan belum sepenuhnya terasa sebagai pemulihan usaha bagi pedagang seragam.

Fahrudin melihat daya beli masyarakat ikut memengaruhi situasi tersebut. Banyak orang tua memilih membeli seperlunya, termasuk hanya mengambil bagian tertentu dari seragam atau memakai pakaian bekas yang masih layak.

Pola belanja yang lebih hemat ini membuat perputaran penjualan berjalan lebih pelan dibandingkan musim masuk sekolah pada tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, pergerakan transaksi tetap menunjukkan bahwa kebutuhan seragam sekolah masih menjadi salah satu belanja utama keluarga menjelang tahun ajaran baru.

Kondisi di Tulungagung menggambarkan dua sisi yang berjalan bersamaan. Permintaan memang naik, tetapi tekanan pada daya beli membuat pedagang belum bisa menikmati lonjakan omzet yang sama seperti sebelumnya.

Source: jatim.antaranews.com
Terkait