Janice Tjen langsung mendapat ujian berat saat membuka langkah di Roland Garros 2026. Di babak pertama tunggal putri, ia harus menghadapi Emma Navarro pada Selasa (26/5) dengan jadwal pertandingan mulai pukul 16:00 WIB.
Laga ini menarik perhatian karena Janice datang dengan tantangan besar sejak awal. Navarro duduk di peringkat 24 WTA, sedangkan Janice masih mencari stabilitas performa di sektor tunggal.
Debut yang langsung penuh tekanan
Bagi Janice, duel ini menjadi penampilan perdananya di Roland Garros. Situasinya semakin sulit karena turnamen level 1000 WTA itu hanya diikuti 128 atlet terbaik.
Format tersebut membuat setiap laga terasa seperti final kecil. Janice pun tidak punya banyak ruang untuk beradaptasi saat berhadapan dengan lawan sekelas Navarro.
Yang membuat tantangan ini lebih rumit, Janice belum pernah menghadapi petenis Amerika Serikat itu sebelumnya. Artinya, ia harus cepat membaca pola permainan lawan dan menyesuaikan taktik sejak awal pertandingan.
Navarro datang dengan sinyal kebangkitan
Navarro memang belum sepenuhnya berada di level terbaiknya, tetapi namanya tetap berbahaya. Ia sempat menjalani musim terbaik pada 2024 dan 2025, lalu meraih gelar WTA Most Improved Player 2024.
Modal terbarunya juga cukup kuat untuk dibawa ke Paris. Ia baru saja menjuarai Internationaux de Starsbourg 2026 pada 23 Mei lalu, sebuah hasil yang menunjukkan tanda kebangkitan.
Bekal itu membuat Navarro tetap layak diwaspadai meski status peringkatnya bukan yang tertinggi di papan atas. Bagi Janice, menghadapi lawan yang sedang menemukan ritme seperti ini jelas bukan tugas ringan.
Janice masih mencari konsistensi
Di sisi lain, Janice datang dengan catatan yang belum sepenuhnya meyakinkan sepanjang 2026. Hasil terbarunya adalah tersingkir pada fase kedua Morocco Open 2026.
Dalam tiga bulan terakhir, performa Janice juga lebih menonjol di nomor ganda dibanding tunggal. Kondisi itu membuat laga melawan Navarro menjadi kesempatan penting untuk mengangkat lagi rasa percaya dirinya di sektor tunggal.
Pertandingan ini juga punya makna lebih besar daripada sekadar perebutan tiket ke babak berikutnya. Duel tersebut menjadi ajang pembuktian bagi Janice di panggung besar yang menuntut ketahanan mental dan kualitas permainan sejak poin pertama.
Roland Garros bisa menjadi tolok ukur awal untuk melihat sejauh mana Janice mampu bersaing dengan petenis elite WTA. Hasilnya nanti akan memberi gambaran penting tentang langkahnya di salah satu ajang paling bergengsi dalam kalender tenis putri.
Source: www.cnnindonesia.com






