Jabar Gelar Pasar Murah Di Enam Daerah, Ribuan Warga Berebut Pangan Murah Jelang Idul Adha

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat menggelar Pasar Murah 2026 secara serentak di enam kabupaten/kota menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Program ini diarahkan untuk menahan tekanan harga pangan saat kebutuhan pokok biasanya meningkat dan inflasi daerah berpotensi terangkat.

Operasi pasar itu menyasar Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung, Kota Bogor, Kota Cirebon, dan Kota Tasikmalaya. Komoditas dijual di bawah harga pasar karena ada subsidi distribusi dan pemangkasan rantai pasok.

Kepala Disperindag Provinsi Jabar Nining Yuliastiani mengatakan kegiatan tersebut mendapat sambutan besar dari masyarakat. Sekitar 6.000 pengunjung datang ke berbagai titik pasar murah, dengan dominasi kaum ibu rumah tangga.

Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Disperindag Jabar menyalurkan pasokan pangan murah langsung dari produsen dan distributor untuk meredam gejolak harga di lapangan.

Pasokan yang disiapkan mencapai belasan ton untuk berbagai komoditas penting. Di antaranya 12 ton beras SPHP, 2,75 ton beras medium, 5,93 ton beras premium, 10.320 liter minyak goreng MinyaKita, dan 2.430 liter minyak premium.

Deretan komoditas yang paling diburu

Selain beras dan minyak, warga juga memburu gula pasir, tepung terigu, cabai, bawang merah, dan bawang putih. Rinciannya meliputi 2.638 kilogram gula pasir, 1.070 kilogram tepung terigu, 345 kilogram aneka cabai, 1.352,5 kilogram bawang merah, dan 202,5 kilogram bawang putih.

Pasokan protein juga ikut disediakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Komoditas itu mencakup 1.140 kilogram telur ayam, 650 kilogram daging ayam ras, dan 350 kilogram daging sapi.

Dorong keterjangkauan pangan

Selain kebutuhan pokok utama, pasar murah ini turut menyediakan 1.610 kilogram sayuran segar, 190 kilogram buah-buahan, produk perikanan, dan pangan olahan dari 38 UMKM binaan. Kehadiran ragam komoditas itu membuat warga bisa sekaligus melengkapi belanja harian dalam satu kegiatan.

Nining menjelaskan harga yang lebih terjangkau bisa diwujudkan lewat kerja sama lintas sektor. Program ini melibatkan Bank Indonesia, Perum Bulog, ID Food, Aprindo, serta Gerakan Pangan Murah dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar.

Disperindag Jabar berharap Pasar Murah 2026 menjadi langkah nyata untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Program ini juga ditujukan memperkuat keterjangkauan pangan bagi masyarakat dan mendukung pengendalian inflasi daerah menjelang Iduladha.

Source: jabar.antaranews.com

Baca Juga

Back to top button