Ivan Gunawan dan Ruben Onsu Ungkap Makna Reset Hidup, Bukan Soal Mengejar Sukses

Di tengah hidup yang sering diukur dari jabatan, penghasilan, dan target, pesan dari Amazing Muharram 15 justru menyorot hal yang lebih mendasar. Acara bertema Reset Your Life itu mengajak orang berhenti sejenak, lalu melihat ulang arah hidup dari hatinya.

Forum yang digelar Cinta Quran Foundation di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, pada Minggu, 12 Juli 2026 itu menempatkan perubahan batin sebagai inti pembahasan. Bagi para pembicara, reset bukan berarti memulai dari nol, melainkan memperbaiki hubungan dengan Allah agar cara memandang masalah ikut berubah.

Hati Jadi Titik Awal Reset Hidup

Founder Cinta Quran Foundation, Ustadz Fatih Karim, menegaskan bahwa banyak orang merasa hidup semakin berat karena terlalu lama berjalan tanpa memperbaiki arah. Ia menyebut yang perlu di-reset adalah hati, bukan seluruh perjalanan hidup.

“Reset hidup bukan berarti mengulang semuanya dari nol. Yang perlu di-reset adalah hati kita. Saat hubungan dengan Allah diperbaiki, cara kita memandang masalah, rezeki, keluarga, dan masa depan juga akan berubah,” ujar Fatih Karim.

Pesan itu kemudian dikaitkan dengan langkah sederhana yang bisa dilakukan dalam keseharian. Menjaga salat, memperbanyak membaca Al-Qur’an, dan menghadirkan manfaat bagi orang lain disebut sebagai bagian dari perubahan yang ingin ditekankan acara tersebut.

Ivan Gunawan dan Ruben Onsu Melihat Ulang Arah Hidup

Desainer sekaligus presenter Ivan Gunawan menilai tema ini relevan karena banyak orang terlalu sibuk mengejar banyak hal sampai lupa menanyakan tujuan hidupnya. Menurut dia, berhenti sejenak justru bisa membuka ruang untuk memperbaiki diri.

“Kadang kita terlalu sibuk mengejar banyak hal sampai lupa bertanya, sebenarnya hidup ini mau dibawa ke mana. Buat saya, reset hidup itu berani berhenti sejenak, memperbaiki diri, lalu melangkah lagi dengan tujuan yang lebih baik,” kata Ivan.

Ruben Onsu memandang tema Reset Your Life sebagai ajakan yang tidak berhenti pada perenungan. Ia menilai tantangan terbesar justru datang setelah seseorang mendapat solusi dan harus menjalankannya.

“Setelah mendapatkan solusi, apakah kita punya keberanian untuk menjalankannya? Itu yang biasanya paling susah,” ujar Ruben.

Ia juga mengaku kini lebih selektif memilih pekerjaan dan lebih memprioritaskan kegiatan yang memperkuat sisi spiritual. Salah satunya adalah rutin menggelar kajian di rumah setiap malam Jumat agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak orang.

Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna Diluncurkan

Selain sesi refleksi bersama sejumlah tokoh, Amazing Muharram 15 juga menjadi momentum peluncuran program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna. Program ini menargetkan pembangunan dan renovasi 99 masjid serta musala di berbagai daerah di Indonesia.

Masjid yang dibangun atau direnovasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan Al-Qur’an, pembinaan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat. Arah program ini sejalan dengan semangat Cinta Quran Foundation yang ingin mengubah refleksi menjadi aksi nyata.

ProgramFokusTarget
Wakaf 99 Masjid Asmaul HusnaPembangunan dan renovasi masjid serta musala99 lokasi di Indonesia

Ivan Gunawan juga mengajak masyarakat memanfaatkan rezeki untuk amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir. Menurutnya, rezeki tidak seharusnya hanya dinikmati sendiri, tetapi juga bisa memberi dampak jangka panjang.

“Rezeki yang Allah titipkan bukan hanya untuk dinikmati sendiri. Akan lebih indah kalau sebagian bisa menjadi manfaat yang terus hidup, bahkan ketika kita sudah tidak ada,” ujarnya.

Cinta Quran Foundation disebut terus mengembangkan pusat dakwah di negara dengan populasi Muslim minoritas, termasuk Jepang dan Kanada. Pengembangan serupa juga direncanakan di Jerman dan Selandia Baru.

Melalui rangkaian Amazing Muharram 15, pesan yang dibawa tetap konsisten: saat hidup terasa berat, yang paling perlu dibenahi bukan sekadar target, melainkan arah hati yang menjadi kompas dalam menjalani semuanya.

Source: www.suara.com
Terkait