Israel Ratakan Fasilitas di Beit Ula, Warga Tak Sempat Menyelamatkan Barang

Pasukan Israel kembali meratakan sejumlah fasilitas di Beit Ula, barat laut Hebron, Tepi Barat, dalam operasi yang meninggalkan warga setempat tanpa waktu untuk menyelamatkan barang-barang di dalamnya. Pembongkaran ini kembali menyoroti tekanan yang terus menghantam ruang usaha dan lahan produktif milik warga Palestina di kawasan tersebut.

Menurut WAFA, operasi dilakukan pada Rabu (15/7) di kawasan Al-Mikhd, bagian barat Kota Beit Ula. Dalam tindakan itu, pasukan Israel tidak hanya merobohkan sebuah pabrik, tetapi juga bangunan pertanian serta meratakan lahan di sekitar lokasi.

Pabrik Besi dan Dudukan Panel Surya Dihancurkan

Wali Kota Beit Ula Mahmoud al-Sarrahin mengatakan pasukan Israel memasuki kawasan itu lalu merobohkan pabrik yang memproduksi dan mendekorasi besi serta dudukan panel surya. Fasilitas tersebut disebut milik Ishaq Muhammad al-Atrash dan Rajai al-Amleh.

Wael Abu Habtain “Farash” dari Komite Pemantauan dan Penguatan Ketahanan Warga Beit Ula Barat menyebut luas pabrik itu lebih dari 800 meter persegi. WAFA juga melaporkan bahwa bangunan itu menjadi salah satu fasilitas utama yang dihancurkan dalam operasi tersebut.

FasilitasLokasiKeteranganLuas
Pabrik besi dan dudukan panel suryaAl-Mikhd, Beit UlaDiratakan pasukan IsraelLebih dari 800 meter persegi
Bangunan pertanianBeit UlaMilik Muhammad Khalid Sidr, Osama Farash, dan Ahmad Yusuf al-AmlehSekitar 20 meter persegi
Lahan dan tembok batuSekitar lokasi pembongkaranDitimbun dan diratakanSekitar 1.500 meter persegi

Bangunan Pertanian dan Kebun Zaitun Ikut Rusak

Selain pabrik, personel militer Israel juga membongkar bangunan pertanian seluas sekitar 20 meter persegi. Bangunan itu milik Muhammad Khalid Sidr, Osama Farash, dan Ahmad Yusuf al-Amleh.

Pasukan juga meratakan tembok batu dan lahan sekitar 1.500 meter persegi yang ditanami pohon zaitun serta tanaman lain. Warga setempat mengatakan pembongkaran dilakukan tanpa memberi kesempatan untuk mengevakuasi peralatan, mesin, barak, kantor, dan fasilitas lain yang ada di dalam pabrik.

Operasi ini memperlihatkan bahwa pembongkaran di Tepi Barat tidak hanya menyasar bangunan utama, tetapi juga ruang kerja dan lahan produktif di sekelilingnya. Di Beit Ula, dampaknya langsung terasa pada pemilik usaha dan warga yang menggantungkan hidup pada area tersebut.

WAFA melaporkan, seluruh area itu kini rata setelah alat berat dan personel militer masuk ke lokasi. Dari pabrik, bangunan pertanian, hingga lahan berisi pohon zaitun, semua terdampak dalam satu operasi pembongkaran yang sama.

Source: mediaindonesia.com
Terkait