Iron Gaze Dan World Domination Lepas Single Baru, Imperial Entropy Makin Tajam Dengan Kritik Sosial

Dua band lintas negara, Iron Gaze dari Malaysia dan World Domination dari Indonesia, mulai membuka jalan menuju split album baru mereka lewat dua single yang sudah dirilis di Bandcamp. Proyek ini langsung menarik perhatian karena membawa energi metal/hardcore yang keras, tema sosial yang tajam, dan format rilisan fisik yang masih relevan di skena ekstrem.

Album bersama itu berjudul Imperial Entropy dan dijadwalkan rilis pada Juli mendatang. Sejak dua single awal keluar, arah musiknya sudah terlihat jelas: cepat, padat, agresif, dan sarat kritik terhadap kuasa serta manipulasi.

Dua single pembuka yang berbeda karakter

Iron Gaze mengusung “Glass Kingdom” sebagai perkenalan awal mereka untuk album ini. Lagu itu bergerak di wilayah crossover thrash dengan dorongan hardcore yang kencang dan rapat.

Di sisi tema, “Glass Kingdom” menyorot dinasti yang dibangun di atas ilusi, propaganda, dan ketidakpedulian pada rakyat. Pendekatan itu membuat lagu tersebut tidak hanya keras secara musik, tetapi juga tajam dalam komentar sosial.

World Domination membalas lewat “Age of The Serpent”. Mereka memadukan gitar bernuansa Swedish chainsaw yang abrasif dengan elemen metal/hardcore yang meledak-ledak.

Lagu ini membawa kritik yang tak kalah keras. “Age of The Serpent” menyorot situasi ketika agama dipakai sebagai tameng untuk menutupi niat jahat dan kepentingan pribadi.

Split album berisi enam lagu

Imperial Entropy akan berisi total enam lagu, dengan masing-masing band menyumbang tiga lagu. Format seperti ini memperlihatkan pembagian porsi yang seimbang, sekaligus memberi ruang bagi identitas masing-masing band untuk tetap menonjol.

Rilisan ini juga diterbitkan oleh dua label dari dua negara, yaitu Bollocks Records dari Malaysia dan Resting Hell dari Indonesia. Bentuk fisiknya akan hadir dalam format vinyl LP 12 inci dan cassette tape.

Kombinasi dua label dan dua band dari dua negara memperkuat kesan lintas-kawasan pada proyek ini. Di skena yang sangat bergantung pada loyalitas komunitas, kolaborasi semacam ini biasanya menjadi daya tarik tersendiri.

Jejak aktif dua band di skena ekstrem

Iron Gaze sendiri terbentuk pada 2023 di Klang Valley, Malaysia. Band ini memainkan crossover/thrash yang energik, cepat, dan tetap terasa berat.

Sebelum single terbaru ini, Iron Gaze sudah merilis Demo pada 2024, “Land of Crusade” sebagai single pada 2024, EP Exordium pada 2024, dan “Warcry” sebagai single pada 2025. Dalam waktu singkat, katalog mereka sudah berkembang cukup aktif.

World Domination berdiri sejak 2017 dan mengusung metal/hardcore dengan karakter Swedish chainsaw yang abrasif. Album pertama mereka, Feast of The Undead, dirilis pada 2024 lewat Disaster Records.

Rekam jejak itu membuat kehadiran mereka di Imperial Entropy terasa selaras. Keduanya sudah datang dengan identitas bunyi yang tegas, sehingga split album ini berpotensi menjadi pertemuan dua karakter ekstrem yang saling menguatkan.

Arah album makin jelas

Dengan dua single pembuka yang sudah beredar, Imperial Entropy tampak akan bertumpu pada intensitas musik dan kritik sosial yang langsung. Iron Gaze membawa serangan crossover thrash yang padat, sementara World Domination menambahkan lapisan metal/hardcore yang abrasif dan eksplosif.

Materi awal ini juga menegaskan bahwa album tersebut tidak hanya mengandalkan kerasnya suara. Ada pesan tentang propaganda, dinasti, agama, dan kepentingan pribadi yang menjadi benang merah kuat di balik semua agresi musiknya.

Kini perhatian mengarah ke bentuk utuh Imperial Entropy saat masuk pasar nanti. Dengan dua lagu pembuka yang sudah memberi gambaran tajam, split album ini punya modal kuat untuk menjadi salah satu rilisan ekstrem yang paling diperhatikan dari dua scene yang terhubung oleh energi serupa.

Source: www.idntimes.com

Terkait