Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah menghantam aset militer Amerika Serikat di Oman, Suriah, dan Yordania. Sasaran yang disebut terdampak mencakup sistem radar, helikopter operasi khusus, pesawat pengisi bahan bakar, hingga jet tempur.
Pernyataan itu menandai meluasnya konflik Iran dan AS ke sejumlah titik di Timur Tengah. IRGC menyebut rangkaian aksi tersebut sebagai gelombang ke-13 Operasi Nasr-2.
Dalam keterangannya, IRGC mengaitkan operasi itu dengan serangan udara AS di dekat Kota Iranshahr, Iran tenggara. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya tujuh personel Iran yang terdiri atas prajurit karier dan anggota wajib militer.
Tiga Lokasi yang Disebut dalam Operasi
IRGC menyampaikan klaim serangan di tiga negara dengan sasaran dan jenis aset yang berbeda. Rincian yang disampaikan berfokus pada fasilitas pemantauan serta peralatan udara militer AS di kawasan.
| Lokasi | Sasaran yang Disebut | Rincian IRGC |
|---|---|---|
| Oman | Radar pemantau maritim dan radar AS | Disebut berada di Salamah dan Pulau Ghanam |
| At Tanf, Suriah | Radar, helikopter operasi khusus, dan personel militer | Pusat komando operasi khusus AS disebut menjadi sasaran |
| Yordania | Pesawat pengisi bahan bakar dan jet tempur | Disebut diserang memakai rudal balistik dan drone |
Di Oman, angkatan laut IRGC menyebut telah menargetkan radar pemantau maritim di wilayah Salamah. Mereka juga mengatakan radar pemantau milik AS di Pulau Ghanam telah dihancurkan.
Pada Sabtu, 18 Juli 2026, IRGC menyatakan operasi tersebut berlangsung pada pagi hari. “Pagi ini, pasukan angkatan laut IRGC menargetkan dan menghancurkan sebuah radar pemantau maritim di wilayah Salamah, serta radar pemantau milik AS di Pulau Ghanam, Oman,” kata IRGC.
At Tanf Disebut Jadi Target Balasan
Di Suriah, IRGC menyebut pusat komando operasi khusus AS di At Tanf menjadi target serangan balasan mendadak. Menurut pernyataan itu, serangan menghantam sistem radar, beberapa helikopter operasi khusus, serta sejumlah personel militer.
IRGC tidak merinci jumlah helikopter yang terkena, jumlah personel, maupun jenis radar yang disebut terdampak di At Tanf. Keterangan itu juga tidak memuat detail teknis mengenai skala kerusakan pada fasilitas tersebut.
At Tanf berada di wilayah barat daya Suriah dan menjadi salah satu titik utama dalam klaim operasi lintas kawasan Iran. Penyebutan lokasi ini memperluas daftar wilayah yang dikaitkan dengan serangan terhadap aset AS.
Rudal Balistik dan Drone untuk Sasaran di Yordania
IRGC juga menyatakan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak dalam operasi di Yordania. Serangan itu disebut menghancurkan beberapa pesawat pengisi bahan bakar dan jet tempur AS yang disiagakan di negara tersebut.
Berbeda dengan klaim di Oman yang berpusat pada radar, operasi di Yordania disebut menyasar aset penerbangan. IRGC tidak menyebut jumlah pesawat maupun jenis jet tempur yang diklaim terkena serangan.
Ketegangan Memanas Lagi Sejak 8 Juli
Menurut laporan VIVA, Iran dan AS sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik militer pada pertengahan Juni. Namun, IRGC menyebut pasukan AS kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran sejak 8 Juli.
Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan serangan pihaknya merupakan respons terhadap tindakan Iran pada kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Setelah itu, Iran disebut membalas dengan sejumlah serangan terhadap pangkalan AS di kawasan Timur Tengah.
Rangkaian pernyataan dari IRGC menunjukkan bahwa ketegangan kedua negara kembali melibatkan wilayah di luar Iran dan Amerika Serikat. Oman, Suriah, serta Yordania kini disebut dalam narasi operasi terbaru yang menempatkan aset AS sebagai sasaran.
Source: www.viva.co.id






