Selat Hormuz kembali menjadi pusat ketegangan paling serius antara Iran dan Amerika Serikat. Teheran menegaskan jalur air strategis itu tidak akan dibuka melalui agresi AS, sementara Washington merespons dengan langkah yang memperluas konflik ke ranah maritim.
Pernyataan keras datang dari juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia. Ia menegaskan angkatan bersenjata Iran tidak akan menyerah terkait jalur air penting tersebut dan hanya pembelaan atas hak-hak rakyat Iran yang bisa membuka Selat Hormuz.
Iran menolak tekanan untuk membuka jalur laut
Akraminia juga mengaitkan sikap Iran dengan kewajiban membalas kematian para syuhada, termasuk pemimpin Revolusi Islam yang gugur. Nada itu memperlihatkan bahwa posisi Teheran bukan sekadar soal jalur pelayaran, tetapi juga soal pembalasan dan simbol politik yang lebih luas.
Di sisi lain, Angkatan Laut IRGC menutup sementara Selat Hormuz pada Minggu (12/7/2026) sampai pemberitahuan lebih lanjut. Dalam pernyataan yang disiarkan melalui lembaga penyiaran negara, IRB, IRGC menyebut campur tangan asing dan upaya menetapkan “jalur ilegal” akan ditanggapi dengan tegas.
IRGC memberi peringatan ke kapal yang menyimpang
IRGC mengatakan telah menargetkan kapal dengan tembakan peringatan karena mematikan sistem dan menyimpang dari rute yang disetujui Iran. Mereka juga menyebut beberapa kapal mengabaikan peringatan untuk memperbaiki haluan dan kembali ke jalur yang telah ditentukan.
Angkatan Laut IRGC menegaskan tidak ada kapal yang akan diizinkan melewati selat tersebut sampai campur tangan AS di wilayah itu berakhir. Sikap ini membuat Selat Hormuz berada dalam status yang sangat sensitif karena jalur itu merupakan titik vital bagi arus pelayaran internasional.
| Fakta Kunci | Isi | Keterangan |
|---|---|---|
| Pihak yang bersikap | Militer Iran dan Angkatan Laut IRGC | Menolak pembukaan selat lewat agresi AS |
| Status Selat Hormuz | Ditutup sementara | Mulai Minggu (12/7/2026) sampai pemberitahuan lebih lanjut |
| Respons terhadap pelanggaran | Tembakan peringatan dan ancaman tindakan tegas | Ditujukan pada kapal yang menyimpang dari rute |
| Sikap terhadap campur tangan asing | Ditolak | IRGC menyebut jalur ilegal tidak akan diterima |
Trump menyebut pertempuran dengan Iran kembali berkobar
Presiden AS Donald Trump pada Senin (13/7/2026) secara resmi memberitahu Kongres bahwa pertempuran dengan Iran kembali berkobar. Menurut New York Times, keputusan itu muncul setelah kedua pihak bertukar serangan dalam beberapa hari terakhir.
Pasukan AS mengklaim melakukan serangan malam ketiga berturut-turut terhadap Iran pada Senin, sementara Iran membalas serangan ke sejumlah negara Teluk. Trump juga memerintahkan pemberlakuan blokade angkatan laut dan akan mengenakan bea masuk pelayaran di Selat Hormuz.
Dalam wawancara radio, Trump menepis pentingnya gencatan senjata dan mengatakan perjanjian semacam itu tidak berarti banyak. Namun, ia tidak menguraikan strategi baru untuk meredakan konflik yang kembali memanas tersebut.
Source: www.kompas.com






