Caviar kembali mencuri perhatian pasar ponsel mewah lewat iPhone 17 Pro kustom yang menyematkan potongan kecil turtleneck hitam asli Steve Jobs. Perangkat ini tidak diposisikan sebagai ponsel harian, melainkan sebagai barang koleksi yang mengandalkan nilai sejarah, simbol, dan kelangkaan.
Model yang disebut “Jobs” dibanderol $9.630 dan hadir dengan fragmen turtleneck ikonik yang selama ini lekat dengan sosok pendiri Apple itu. Di bodi perangkat, Caviar juga menambahkan tanda tangan Jobs, sehingga identitas visual edisi ini terasa sangat kuat bagi kolektor teknologi.
Apple, nostalgia, dan strategi barang ultra-mewah
Langkah Caviar menunjukkan bagaimana nostalgia Apple masih memiliki daya jual tinggi di segmen premium. Perusahaan ini merancang seri khusus untuk merayakan ulang tahun ke-50 Apple, lalu mengemasnya dengan material mahal dan referensi sejarah yang mudah dikenali.
Steve Jobs wafat pada 2011, tetapi pengaruhnya belum memudar di dunia teknologi. Turtleneck hitam yang hampir selalu ia kenakan telah menjadi bagian dari citra publiknya, bahkan disebut sebagai elemen yang ikut membentuk warisan visual Apple.
Artikel referensi menyebut busana itu juga terkait dengan hubungan Jobs dan desainer Jepang Issey Miyake. Jobs pernah mengajak Miyake merancang seragam untuk karyawan Apple, namun ide tersebut ditolak oleh tim perusahaan.
Hanya sembilan unit untuk model “Jobs”
Caviar menyatakan hanya sembilan unit model “Jobs” yang dibuat. Seluruh unit itu disebut sudah dipesan, sehingga ponsel tersebut praktis tidak tersedia lagi untuk pembeli umum.
Jumlah produksi yang sangat terbatas menjadi bagian penting dari strategi produk ini. Di pasar barang ultra-mewah, kelangkaan sering dipakai untuk menaikkan daya tarik simbolik dan menambah nilai koleksi.
Selain model “Jobs”, seri Apple 50 dari Caviar juga mencakup beberapa edisi lain dengan karakter berbeda. Setiap model membawa pendekatan material dan simbol yang dibuat untuk menonjolkan identitas Apple.
- Model “Jobs” — $9.630, fragmen turtleneck Steve Jobs dan tanda tangan Jobs, hanya 9 unit.
- Model “Gold Apple” — $8.200 untuk varian 256GB, memakai titanium hitam, serat karbon, dan logo Apple 18-karat emas.
- Model “Black Apple” — mulai $6.770 untuk varian 256GB, dengan desain serupa tanpa elemen emas.
- Model “iPhone 2007” — $10.770 untuk varian 256GB, menjadi model paling mahal dalam lini ini.
Material premium dan jejak sejarah iPhone
Gold Apple memakai titanium hitam dan carbon fiber, lalu menampilkan logo Apple tiga dimensi dari emas 18 karat di bagian belakang. Sementara itu, Black Apple mengusung desain serupa, tetapi tanpa unsur emas sehingga harganya lebih rendah.
Model iPhone 2007 memakai pendekatan yang lebih historis. Caviar menambahkan kapsul kecil berbentuk apel di bagian belakang, dan di dalamnya terdapat fragmen asli motherboard iPhone 2G serta ukiran yang menampilkan elemen sirkuit dari ponsel generasi awal itu.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa Caviar tidak hanya menjual perangkat premium, tetapi juga cerita di baliknya. Dalam konteks barang mewah, simbol kerap dianggap lebih bernilai daripada fungsi teknis, terutama saat produk ditujukan untuk pembeli yang mengejar keunikan dan keterbatasan produksi.
Model “Jobs” menjadi sorotan paling besar karena menghubungkan iPhone modern dengan figur yang membentuk arah Apple. Bagi pasar kolektor, kombinasi antara sejarah, keterikatan emosional, dan jumlah produksi yang sangat sedikit menjadi alasan utama mengapa perangkat seperti ini tetap mendapat perhatian besar.







