Kabar terbaru soal iPhone 18 Pro memberi napas sedikit lebih lega bagi calon pembeli. Kenaikan harganya kini disebut bisa jauh lebih kecil dari dugaan awal, dengan estimasi sekitar $50 alih-alih melonjak $200.
Perkiraan yang lebih moderat ini penting karena tekanan biaya di balik iPhone generasi berikutnya memang sedang naik. Komponen memori dan penyimpanan menjadi dua faktor utama yang membuat struktur biaya ponsel premium Apple ikut terdorong ke atas.
Kenaikan yang diperkirakan lebih terkendali
Max Weinbach dari Creative Strategies, mengutip laporan analis JP Morgan, menyebut Apple kemungkinan menaikkan harga lini iPhone 18 sebesar $50. Jika skenario itu terjadi, selisih harga antara iPhone 17 dan iPhone 18 akan terasa lebih ringan dibanding perkiraan sebelumnya.
Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa iPhone 18 Pro bisa hadir dengan premi $200 dibanding iPhone 17 Pro. Dalam skenario tersebut, harga peluncurannya diperkirakan mencapai $1,299.
Perbedaan dua proyeksi itu membuat iPhone 18 Pro menjadi salah satu model yang paling diperhatikan. Sampai saat ini, Apple belum memberikan konfirmasi resmi soal harga final perangkat tersebut.
Biaya produksi tetap naik tajam
Meski kenaikan harga jual diperkirakan lebih kecil, biaya membuat iPhone 18 Pro justru dilaporkan naik cukup besar. Satu unit iPhone 18 Pro disebut menelan biaya produksi $726, naik dari $582 pada iPhone 17 Pro.
Kenaikan itu banyak dikaitkan dengan mahalnya komponen DRAM dan NAND. Keduanya berada di bawah tekanan harga akibat kondisi pasokan yang masih ketat.
Angka biaya produksi tersebut dihitung dengan asumsi margin keuntungan Apple per unit tidak berubah. Artinya, jika Apple ingin menjaga margin yang sama, perusahaan sebenarnya punya alasan kuat untuk meneruskan kenaikan biaya itu ke harga jual.
Modem internal bisa membantu menahan harga
Salah satu strategi yang disebut dapat menekan kenaikan harga adalah penggunaan modem internal seri Apple C. Lini iPhone 18 dikabarkan akan memakai modem buatan Apple sendiri untuk menggantikan modem Qualcomm yang dipakai pada model iPhone 17 Pro.
Jika langkah itu berjalan sesuai rencana, Apple punya ruang lebih besar untuk menjaga kenaikan harga tetap di angka $50. Strategi ini juga menunjukkan bahwa Apple mungkin tidak ingin membebankan seluruh lonjakan biaya produksi kepada konsumen sekaligus.
Dengan kondisi seperti ini, Apple harus menyeimbangkan tiga hal sekaligus, yakni ongkos komponen yang terus naik, target margin keuntungan, dan sensitivitas pasar terhadap harga ponsel flagship.
Sinyal dari Tim Cook dan konteks harga flagship
Dalam percakapannya dengan The Wall Street Journal, CEO Apple Tim Cook disebut mengatakan bahwa kenaikan harga di masa depan “unavoidable”. Pernyataan itu memperkuat pandangan bahwa tekanan biaya pada lini iPhone premium sulit dihindari.
Cook juga dikaitkan dengan penjelasan soal kelangkaan memori dan penyimpanan yang mendorong harga komponen penting smartphone naik. Namun, sinyal itu tidak otomatis berarti skenario kenaikan tertinggi akan benar-benar terjadi.
iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max sendiri diluncurkan di India pada September 2025 dengan harga awal masing-masing Rs. 1,34,900 dan Rs. 1,49,900. Itu menunjukkan seri Pro memang sudah berada di kelas harga premium yang tinggi sejak generasi sebelumnya.
Karena posisinya sudah mahal, kenaikan $50 pun tetap akan menjadi perhatian besar. Publik kini menunggu apakah Apple memilih menaikkan harga secukupnya atau menahan dampaknya lewat strategi biaya yang lebih agresif.
Apple belum mengumumkan seri iPhone 18 secara resmi, termasuk detail harga peluncurannya. Untuk saat ini, arah kabar yang beredar menunjukkan satu hal yang sama, kenaikan harga iPhone 18 Pro masih mungkin terjadi, tetapi besarnya tampak lebih terkendali dari kekhawatiran awal.
Source: www.gadgets360.com






