Xi Titip Salam untuk Prabowo, Indonesia Diandalkan Bawa Warna Baru di WAICO

Indonesia mendapat ruang penting dalam pembentukan organisasi kerja sama kecerdasan buatan dunia yang baru. Presiden China Xi Jinping berharap keterlibatan Indonesia dapat membawa warna tersendiri, terutama bagi negara-negara di kawasan Indo-Pasifik.

Harapan tersebut disampaikan Xi Jinping kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat delegasi Indonesia menghadiri World Artificial Intelligence Conference atau WAIC 2026 di Shanghai, China. Dalam pertemuan itu, Xi juga menitipkan salam hangat untuk Presiden Prabowo Subianto.

Airlangga memimpin delegasi Indonesia dalam forum tersebut dan menyampaikan bahwa percakapan dengan Xi berlangsung saat jamuan makan malam para pemimpin delegasi. Delegasi Indonesia juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo kepada pemimpin China itu.

Menurut Airlangga, Xi memandang kehadiran Indonesia sebagai faktor penting dalam organisasi baru bernama World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO. Organisasi ini diproyeksikan menjadi wadah kerja sama internasional untuk membahas arah pengembangan kecerdasan buatan.

Indonesia Masuk Kelompok Pendiri

Indonesia tercatat sebagai satu dari 29 negara pertama yang menginisiasi pendirian WAICO. Keikutsertaan ini menjadi langkah bagi Indonesia untuk terlibat sejak awal dalam membangun arah kerja sama AI di tingkat global.

Airlangga mengatakan pemerintah Indonesia diminta ikut menandatangani deklarasi pembentukan organisasi tersebut. Posisi sebagai negara pendiri memberi Indonesia kesempatan untuk menyuarakan kepentingan negara berkembang dan kawasan Indo-Pasifik dalam pembahasan AI.

Negara-negara yang terlibat berasal dari berbagai kawasan, mulai dari Asia Tenggara hingga Eropa Timur. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa agenda WAICO melibatkan banyak negara dari Global South, termasuk anggota BRICS, negara Afrika, dan Amerika Latin.

KawasanNegara yang Disebut
Asia TenggaraKamboja, Myanmar, Laos, Malaysia, Indonesia
BRICSTiongkok, Brasil, Rusia, Ethiopia, Afrika Selatan
AfrikaKenya, Kongo, Kamerun, Lesotho, Mozambik, Senegal, Zambia
Amerika LatinKuba, Nikaragua, Venezuela
Asia Tengah dan Timur TengahKazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Tajikistan, Pakistan, Oman
Eropa TimurBelarus, Serbia

Pendaftaran awal bagi negara yang ingin bergabung dalam kategori pendiri masih dibuka hingga 31 Juli 2026. Tahap ini menjadi bagian dari proses awal penataan keanggotaan WAICO sebelum organisasi tersebut menjalankan agenda kerja samanya.

Fokus pada Tata Kelola dan Akses yang Lebih Merata

Bagi Indonesia, partisipasi dalam WAICO tidak hanya berkaitan dengan posisi diplomatik di forum internasional. Pemerintah juga ingin terlibat dalam penyusunan tata kelola, regulasi, dan kaidah pengembangan AI yang aman serta beretika.

Dalam konferensi pers daring dari Shanghai pada Jumat malam, 17 Juli 2026, Airlangga menegaskan komitmen itu. “Kehadiran Indonesia merupakan bagian dari komitmen nyata untuk membangun tata kelola dan kaidah-kaidah pengembangan dari kecerdasan buatan itu sendiri,” kata Airlangga.

Pemerintah menempatkan risiko kesenjangan teknologi sebagai salah satu perhatian dalam kerja sama AI global tersebut. Pengembangan kecerdasan buatan diharapkan tidak terkonsentrasi pada segelintir pihak atau negara yang memiliki akses teknologi lebih besar.

Airlangga menekankan bahwa teknologi AI perlu dibangun secara inklusif, bertanggung jawab, aman, dan tidak dimonopoli. Prinsip itu diharapkan membuat manfaat AI dapat dirasakan lebih luas oleh negara-negara yang ikut membentuk kerja sama ini.

Keterlibatan Indonesia sebagai pendiri WAICO membuka ruang untuk membawa kepentingan Indo-Pasifik ke dalam pembahasan teknologi masa depan. Fokus yang dibawa mencakup pengembangan AI yang aman, beretika, dan lebih merata bagi negara-negara peserta.

Source: www.liputan6.com
Terkait