5 Pengaturan HP Baru yang Diam-Diam Menguras Baterai, Ubah Sejak Awal

HP baru biasanya langsung digunakan dengan setelan bawaan, padahal beberapa fitur yang aktif sejak awal bisa membuat daya lebih cepat terkuras. Mengubah lima pengaturan sederhana dapat membantu menjaga konsumsi daya harian sekaligus mendukung usia baterai dalam jangka panjang.

Penyesuaian ini dapat dilakukan dalam sekitar 10 menit tanpa aplikasi atau biaya tambahan. Menu yang digunakan umumnya berada di bagian Layar, Baterai, atau Opsi Pengembang, meski penempatannya dapat berbeda pada tiap perangkat.

PengaturanPenyesuaianDampak Utama
Dark modeJadwalkan pada malam hariMenghemat daya layar OLED
Batas pengisianAtur hingga 80 persenMengurangi tekanan pada sel baterai
Animasi sistemKurangi atau nonaktifkanMeringankan kerja GPU
Refresh rateKunci pada 60HzMengurangi beban render layar
Always-On DisplayMatikan saat tidak dibutuhkanMembantu ponsel masuk mode tidur

1. Jadwalkan Dark Mode Otomatis pada Malam Hari

Mode gelap dapat menjadi pilihan hemat daya terutama untuk perangkat dengan panel OLED. Setiap piksel pada layar OLED menyala secara individual, sedangkan piksel yang menampilkan warna hitam dapat mati sepenuhnya.

Kondisi tersebut berbeda dari layar LCD yang tetap mengandalkan lampu latar. Menjadwalkan dark mode pada malam hari juga membuat pengguna tidak perlu mengaktifkan fitur ini secara manual setiap hari.

2. Batasi Pengisian Daya Maksimum hingga 80 Persen

Baterai lithium-ion akan mengalami penurunan kapasitas seiring pengisian daya berulang. Keausan pada elektroda internal disebut dapat lebih berat ketika baterai terus diisi hingga mencapai 100 persen.

Mengatur batas pengisian hingga 80 persen dapat mengurangi tekanan pada sel baterai. Opsi ini memang membatasi kapasitas yang tersedia dalam sekali pengisian, tetapi relevan bagi perangkat yang sering berada dekat sumber daya dalam waktu lama.

3. Kurangi atau Matikan Animasi Sistem

Animasi saat membuka, menutup, dan berpindah aplikasi membuat antarmuka terasa lebih halus. Namun, efek visual itu tetap membutuhkan pemrosesan untuk menggerakkan elemen, mengatur transparansi, serta menjalankan transformasi tampilan.

Efek blur membutuhkan kerja tambahan karena gambar perlu dikecilkan, diburamkan secara horizontal dan vertikal, lalu diperbesar kembali. Pengguna dapat mengurangi atau mematikan animasi melalui Opsi Pengembang untuk meringankan kerja komponen grafis.

4. Kunci Refresh Rate Layar di 60Hz

Layar 90Hz dan 120Hz menawarkan guliran serta animasi yang lebih mulus, tetapi perangkat harus merender lebih banyak frame. Pada 120Hz, prosesor dan GPU perlu menangani dua kali lebih banyak frame dalam waktu yang sama dibandingkan 60Hz.

Mengunci refresh rate pada 60Hz dapat menurunkan beban render layar tanpa mengubah fungsi aplikasi maupun pemutaran video. Perbedaan yang paling terasa biasanya ada pada kelancaran animasi dan guliran, yang dapat disesuaikan pengguna setelah beberapa waktu.

5. Matikan Always-On Display

Always-On Display membuat jam dan notifikasi tetap terlihat saat ponsel siaga. Pada layar OLED, fitur ini memakai daya relatif kecil, sekitar 5 miliwatt, karena hanya sebagian piksel yang aktif.

Meski konsumsi dayanya kecil, panel dan perangkat keras pendukung tetap bekerja untuk memperbarui piksel aktif hingga 60 sampai 120 kali per detik. Mematikan fitur ini saat tidak diperlukan memungkinkan ponsel masuk ke mode tidur dan menghentikan kerja driver layar.

KompasTekno menghimpun langkah-langkah tersebut dari How-To Geek sebagai penyesuaian awal pada perangkat baru. Pengaturan yang dipilih tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan, terutama bagi pengguna yang lebih mengutamakan kelancaran layar atau kapasitas daya harian.

Terkait