India Taruh Rp 62.500 Miliar Lagi ke Pabrik Smartphone, Targetnya Naik Kelas

India kembali menekan pedal gas untuk industri smartphone-nya. Union Cabinet baru saja menyetujui Mobile Phone Manufacturing Scheme dengan anggaran Rs. 62,500 crore, sebuah langkah yang dirancang bukan hanya untuk menambah produksi, tetapi juga untuk memperdalam nilai tambah di dalam negeri.

Skema ini hadir saat pemerintah ingin menjaga momentum yang sebelumnya dibangun lewat kebijakan manufaktur elektronik berskala besar. Fokusnya kini lebih luas, mulai dari penguatan rantai pasok, kemandirian teknologi, hingga mendorong daya saing ponsel buatan India di pasar global.

Babak baru setelah PLI-LSEM berakhir

Kebijakan baru ini datang setelah Production Linked Incentive for Large Scale Electronics Manufacturing atau PLI-LSEM berakhir pada 31 Maret. Skema itu sebelumnya ikut mendorong merek besar seperti Apple dan Samsung, sekaligus membantu India naik menjadi pusat manufaktur handset terbesar kedua di dunia berdasarkan volume.

Melalui skema pengganti ini, pemerintah India ingin menjaga laju yang sudah terbentuk, tetapi dengan sasaran yang lebih dalam. Selain produksi, ada dorongan untuk memperkuat ekosistem lokal, mendorong pendaftaran paten desain, dan membuka ruang lebih besar bagi merek India.

Insentif bertingkat untuk produksi dan komponen lokal

MeitY menyebut insentif akan diberikan berdasarkan eligible sales di India dengan tarif antara 2,25 persen hingga 5 persen. Ada tambahan hingga 1,5 persen yang dikaitkan dengan penggunaan komponen yang bersumber secara lokal.

Untuk merek India, ada insentif tambahan 3 persen atas eligible sales yang dipakai untuk desain serta riset dan pengembangan di India. Pola ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar volume produksi, tetapi juga kedalaman kemampuan desain dan komponen lokal.

Komponen InsentifBesaranDasar Pemberian
Insentif utama2,25% sampai 5%Eligible sales di India
Insentif tambahanHingga 1,5%Porsi komponen yang bersumber lokal
Insentif untuk merek India3%Eligible sales untuk desain dan R&D di India

Targetnya besar, dari lapangan kerja sampai ekspor

MeitY memperkirakan skema ini bisa menciptakan sekitar 60.000 lapangan kerja langsung di India. Selama masa berlaku kebijakan, pemerintah juga menargetkan nilai manufaktur handset di India mencapai Rs. 39,00,000 crore sambil meningkatkan ekspor perangkat.

Skema ini akan berjalan selama lima tahun, dari FY 2026-27 hingga FY 2030-31. Jangka waktunya memberi ruang bagi produsen untuk menyesuaikan investasi, memperdalam rantai pasok, dan membangun kapasitas yang lebih stabil.

Bagi India, ini adalah upaya untuk mengunci posisi yang sudah dibangun lewat PLI-LSEM dan melangkah ke tahap berikutnya. Jika berjalan sesuai rencana, negara itu tidak hanya ingin menjadi basis produksi besar, tetapi juga pusat nilai tambah yang lebih kuat untuk smartphone dunia.

Target SkemaAngkaKeterangan
Anggaran skemaRs. 62,500 croreDisetujui Union Cabinet
Lapangan kerja langsungSekitar 60.000Perkiraan MeitY
Nilai manufaktur handsetRs. 39,00,000 croreTarget selama masa skema
Durasi skema5 tahunFY 2026-27 hingga FY 2030-31
Source: www.gadgets360.com
Terkait