Tablet 5G dengan baterai besar mulai dilihat sebagai perangkat kerja yang lebih praktis dibanding laptop untuk banyak situasi harian. Daya tahan panjang, koneksi seluler, dan efisiensi sistem membuatnya menarik untuk meeting, kerja cloud, dan mobilitas tanpa sering mencari colokan.
Di tengah perubahan itu, ada 3 model yang paling menonjol karena menawarkan kombinasi baterai besar dan fitur produktivitas yang relevan. Ketiganya hadir dengan pendekatan berbeda, tetapi sama-sama menyasar pengguna yang ingin bekerja lebih luwes dari satu lokasi ke lokasi lain.
| Model | Baterai | Chipset | Keunggulan Utama |
|---|---|---|---|
| Redmi Pad Pro 5G | 10.000 mAh | Snapdragon 7s Gen 4 | Layar 12,1 inci 120Hz, bertahan lebih dari 16 jam untuk dokumen via cloud |
| OnePlus Pad Go 2 5G | 10.500 mAh | MediaTek Dimensity 7300 Ultra | OxygenOS efisien, layar 2.8K, cocok untuk meeting berpindah-pindah |
| Samsung Galaxy Tab S10 FE+ | Tidak disebutkan | Tidak disebutkan | Hingga lebih dari 17 jam penggunaan standar, dukungan Samsung DeX dan stylus presisi |
1. Redmi Pad Pro 5G
Xiaomi menempatkan Redmi Pad Pro 5G sebagai opsi yang paling rasional di kelas menengah. Perangkat ini membawa baterai 10.000 mAh dan layar 12,1 inci dengan refresh rate 120Hz.
Dengan Snapdragon 7s Gen 4, tablet ini disebut sanggup bertahan lebih dari 16 jam untuk pengerjaan dokumen via cloud. Konektivitas 5G mandiri juga membuatnya tetap nyaman dipakai untuk video conference dengan latensi rendah.
2. OnePlus Pad Go 2 5G
OnePlus Pad Go 2 5G datang dengan baterai yang sedikit lebih besar, yakni 10.500 mAh. Perangkat ini dipasangkan dengan chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultra dan layar beresolusi 2.8K.
Keunggulan utamanya ada pada OxygenOS yang efisien dalam mematikan proses latar belakang yang tidak penting. Kombinasi itu membuat tablet ini terasa cocok untuk pengguna yang sering berpindah tempat meeting tanpa membawa adaptor.
3. Samsung Galaxy Tab S10 FE+
Samsung Galaxy Tab S10 FE+ ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan interaksi stylus presisi untuk menandatangani dokumen atau membuat sketsa visual. Pengujian daya tahan yang disebut dalam laporan Opsi PCMag untuk Workstation Mobile mencatat perangkat ini mampu bertahan hingga lebih dari 17 jam penggunaan standar.
Tablet ini juga dibekali Samsung DeX, yang memungkinkan tampilan berubah menjadi antarmuka desktop saat disambungkan ke keyboard eksternal. Di sisi produktivitas, pendekatan ini membuat Galaxy Tab S10 FE+ terasa fleksibel untuk kerja campuran antara tablet dan desktop.
Techno.viva.co.id mencatat, tren penggunaan tablet kerja bergerak ke arah perangkat yang tidak hanya ringan dibawa, tetapi juga sanggup menggantikan banyak fungsi laptop. Dengan baterai besar, dukungan 5G, dan sistem yang makin efisien, tiga tablet ini masuk daftar yang paling relevan untuk pekerja kantoran dan pelaku bisnis.







