IHSG Tertekan, Dana Asing Kabur Rp 4,1 Triliun Sepanjang Mei Saat Rebalancing Mengguncang Pasar

Tekanan pada IHSG kembali terlihat ketika investor asing tercatat terus melepas saham di pasar domestik. Dalam sebulan, arus keluar dana asing mencapai Rp 4,1 triliun dan menambah sinyal bahwa pasar masih bergerak di bawah bayang-bayang sentimen global dan domestik.

Otoritas Jasa Keuangan menilai pelemahan itu tidak berdiri pada satu faktor tunggal. Selain koreksi pasar, ada aksi penyesuaian portofolio investor asing yang ikut menekan pergerakan saham, termasuk rebalancing akibat perubahan komposisi indeks oleh penyedia indeks global.

Arus keluar asing makin besar

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebut investor asing membukukan jual bersih atau net sell Rp 4,1 triliun secara bulanan. Dalam periode Januari hingga Mei 2026, total net sell asing bahkan sudah mencapai Rp 53,97 triliun.

Kondisi itu sejalan dengan penurunan kapitalisasi pasar saham sepanjang tahun. OJK mencatat kapitalisasi pasar berada di level Rp 10.729 triliun, turun dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 12.382 triliun.

Tekanan datang dari banyak arah

OJK menilai koreksi IHSG tidak hanya dipicu oleh situasi di dalam negeri. Dinamika ekonomi internasional dan sentimen pasar global juga ikut memberi tekanan pada arah pergerakan indeks.

Hasan mengatakan investor kini mempertimbangkan banyak indikator sebelum mengambil keputusan. Perubahan kondisi ekonomi, baik domestik maupun global, menjadi bagian dari penilaian pasar untuk membaca risiko dan peluang.

Fundamental pasar masih dinilai kuat

Meski IHSG tertekan dan dana asing keluar, OJK menegaskan fundamental pasar modal Indonesia tetap baik. Aktivitas perdagangan dan likuiditas saham disebut masih terjaga dengan cukup solid.

Hasan menyampaikan nilai transaksi dan likuiditas pasar saham domestik masih tinggi. Menurut OJK, kondisi itu menunjukkan kinerja emiten dan pasar modal nasional masih memiliki fondasi yang kuat di tengah fluktuasi pasar.

Investor diminta lebih selektif

OJK mengimbau investor agar mencermati pasar secara objektif, proporsional, dan rasional. OJK juga meminta investor menggunakan informasi yang valid dan terverifikasi sebelum mengambil keputusan.

Informasi yang dimaksud mencakup keterbukaan informasi dan laporan keuangan emiten yang menjadi target investasi. Di tengah pasar yang masih berfluktuasi, analisis yang memadai dinilai penting agar keputusan investasi tidak hanya mengikuti tekanan sentimen jangka pendek.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button