IHSG bergerak tipis naik 0,17 persen dan bertahan di level 7.675 pada perdagangan Sabtu pagi. Pergerakan yang relatif tenang ini terjadi saat pasar global menunjukkan optimisme, sementara kondisi ekonomi domestik dinilai masih stabil sepanjang pekan ketiga April.
Kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa indeks masih punya tenaga untuk menjaga pemulihan setelah sempat tertekan sentimen luar. Di saat yang sama, arus dana asing mulai kembali masuk ke pasar saham Indonesia dan memberi dukungan baru bagi pergerakan bursa.
Saham besar kembali jadi penopang
Penguatan IHSG kali ini banyak ditopang saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan dan energi. Kedua sektor ini kembali menjadi perhatian karena sering memimpin arah indeks ketika minat investor membaik.
Volume transaksi harian yang meningkat ikut menguatkan pergerakan tersebut. Dalam kondisi pasar yang mulai stabil, investor terlihat lebih percaya diri untuk masuk ke saham-saham unggulan yang likuid.
Arus modal asing yang kembali masuk juga memberi sinyal penting bagi pasar. Ketika investor global mencari peluang di tengah fluktuasi harga komoditas, saham Indonesia masih dipandang menarik terutama pada emiten besar.
Dukungan dari faktor domestik
Selain sentimen asing, pasar juga mendapat sokongan dari stabilitas nilai tukar rupiah. Peningkatan cadangan devisa yang dilaporkan otoritas moneter turut memperkuat kepercayaan pelaku pasar terhadap ketahanan ekonomi nasional.
Kondisi itu membuat investor institusi cenderung mempertahankan posisi di saham blue chip. Dalam situasi seperti ini, pergerakan IHSG tidak hanya ditentukan oleh optimisme global, tetapi juga oleh persepsi bahwa fundamental domestik masih cukup kuat.
Seorang pengamat pasar modal yang dikutip dalam laporan harian bursa menilai penguatan IHSG ke area 7.600-an menunjukkan kepercayaan investor terhadap ekonomi nasional tetap solid meski ketidakpastian global belum hilang. Namun, pelaku pasar tetap diingatkan untuk mencermati level support dan resistance agar transaksi lebih terukur.
Kinerja sepekan menunjukkan pemulihan cepat
Jika dilihat dari pergerakan yang lebih luas, IHSG mencatat return 3,91 persen dalam sepekan terakhir. Dalam satu bulan terakhir, indeks bahkan sudah naik 7,91 persen, meski secara year to date masih terkoreksi 12,02 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pasar berlangsung cepat, tetapi tekanan sejak awal tahun belum sepenuhnya hilang. Posisi ini membuat investor masih perlu menimbang apakah penguatan akan berlanjut atau justru memicu aksi ambil untung.
Dalam jangka lebih panjang, kinerja IHSG juga tetap mencatat ruang pertumbuhan. Return satu tahun berada di level 19,15 persen, lalu 25,10 persen dalam lima tahun, dengan kinerja sepanjang waktu mencapai 1.090 persen.
Sentimen global masih jadi arah utama
Optimisme di bursa internasional ikut memberi ruang bagi IHSG untuk bergerak lebih solid. Meski begitu, ketidakpastian geopolitik masih menjadi risiko yang terus dipantau investor karena dapat memengaruhi arah pasar secara cepat.
Isu geopolitik kerap menekan sektor tambang dan minyak, namun pasar masih menilai dampaknya bisa diimbangi oleh pergerakan harga komoditas ekspor unggulan Indonesia. Karena itu, sejumlah analis melihat penguatan indeks saat ini masih memiliki pijakan fundamental yang relatif sehat.
Untuk perdagangan berikutnya, IHSG masih dinilai berpeluang menguji area psikologis 7.700. Meski begitu, kenaikan yang sudah cukup tinggi dalam sebulan terakhir membuat potensi profit taking tetap perlu diwaspadai.
Saham sektor teknologi dan infrastruktur disebut berpotensi menarik perhatian pada sesi berikutnya. Investor ritel maupun institusi juga terus memantau saham perbankan besar sebagai petunjuk arah pasar jangka pendek, seiring pasar saham Indonesia yang terus memperluas basis emiten dan mencatat lebih dari 864 perusahaan di Bursa Efek Indonesia hingga April 2026.







