Portugal memulai laga dengan tekanan tinggi, tetapi babak pertama melawan Kroasia tetap berakhir tanpa gol. Dominasi permainan tidak langsung berbuah, sementara Kroasia bertahan rapat dan sesekali memanfaatkan ruang lewat transisi cepat.
Skor 0-0 di Stadion Toronto itu menunjukkan kontras yang jelas antara penguasaan bola Portugal dan kedisiplinan Kroasia. Tim asuhan Roberto Martínez memang lebih agresif, namun penyelesaian akhir dan pertahanan lawan membuat mereka belum mampu membuka keunggulan.
Portugal terus mencari celah
Kroasia sempat memberi ancaman lebih dulu lewat Ante Budimir pada menit ke-3, tetapi Portugal segera mengambil alih ritme permainan. Serangan dari sisi kiri menjadi jalur yang paling sering digunakan, terutama melalui Rafael Leão dan Nuno Mendes.
Bruno Fernandes menjadi salah satu pemain paling aktif dalam menciptakan peluang. Ia melepaskan tembakan keras yang ditepis Dominik Livaković, lalu mencoba menyambar bola muntah, tetapi upaya itu juga belum membuahkan gol.
Cristiano Ronaldo turut mendapat kesempatan, termasuk dari tendangan bebas pada menit ke-11 dari jarak sekitar 28 meter. Bola melenceng dari sasaran, dan Portugal tetap harus menunggu untuk memecah kebuntuan.
Kroasia bertahan, lalu menahan arus serangan
Di bawah tekanan yang terus datang, Kroasia tidak hanya bertahan pasif. Mereka beberapa kali mencoba keluar dengan bola panjang dan serangan balik, meski banyak upaya mudah dipatahkan lini belakang Portugal.
Tim Kroasia juga kesulitan menjaga aliran serangan karena umpan yang terlalu deras dan beberapa situasi offside. Pola itu membuat ancaman mereka berhenti lebih cepat, sementara Portugal terus menumpuk tekanan di area berbahaya.
Cuaca sempat ikut mewarnai jalannya pertandingan ketika awan badai petir membayangi stadion. Namun kondisi akhirnya bergerak menjauh ke selatan, sehingga laga tetap berjalan tanpa penundaan, meski ada jeda hydration break karena panas.
Angka-angka memperlihatkan dominasi Portugal
Secara statistik, Portugal tampil jauh lebih meyakinkan sepanjang 45 menit pertama. Mereka menguasai sekitar 70 persen bola, mencatat akurasi umpan 94 persen, dan melepaskan tujuh tembakan sebelum turun minum.
Portugal juga unggul dalam expected goals dengan 1,4 xG, sedangkan Kroasia hanya 0,2 xG. Jumlah operan sukses Portugal mendekati 250, jauh di atas Kroasia yang hanya sekitar 89.
Bruno Fernandes bahkan disebut lebih sering menyentuh bola di kotak penalti lawan dibanding seluruh pemain Kroasia jika digabungkan. Meski begitu, keunggulan angka belum cukup karena Kroasia tetap menjaga disiplin di area berbahaya.
| Statistik Babak Pertama | Portugal | Kroasia |
|---|---|---|
| Penguasaan bola | 70 persen | 30 persen |
| Akurasi umpan | 94 persen | Tidak disebutkan |
| Tembakan | 7 | Tidak disebutkan |
| Expected goals | 1,4 xG | 0,2 xG |
| Operan sukses | Hampir 250 | Sekitar 89 |
Duel fisik dan momen penting ikut memberi warna
Babak pertama juga diwarnai duel keras dan keputusan wasit yang beberapa kali menarik perhatian. Rúben Dias menerima kartu kuning pada menit ke-17 setelah melanggar Ante Budimir dalam duel udara.
Portugal sempat meminta penalti dalam salah satu situasi serangan, termasuk saat menganggap ada handball. Namun wasit menolak protes itu, dan permainan tetap berlanjut tanpa hadiah tendangan 12 pas.
Beberapa peluang lain juga hadir dari sepak pojok dan umpan silang yang melintas di depan gawang Kroasia. Renato Veiga sempat menyambut salah satunya, tetapi sundulannya melambung tipis, sedangkan peluang terbaik Rafael Leão jelang turun minum juga belum mengubah keadaan.
Pada menit ke-45+2, Leão kembali mendapat ruang di sudut sempit, tetapi tembakannya melambung jauh. Portugal pun menutup babak pertama dengan dominasi permainan yang jelas, namun skor tetap membeku 0-0.
Dengan kondisi seperti itu, babak kedua menjadi ruang penting bagi Portugal untuk mengubah tekanan menjadi gol. Kroasia, di sisi lain, masih punya jalan lewat pertahanan rapat dan transisi cepat untuk membalikkan keadaan.
Source: www.beritasatu.com






