
Persib Bandung kini berada di posisi paling menguntungkan dalam persaingan menuju gelar Super League 2025/2026. Keunggulan itu bukan datang dari selisih poin, melainkan dari head to head yang membuat mereka unggul tipis atas Borneo FC Samarinda di puncak klasemen.
Hingga pekan ke-30, kedua tim sama-sama mengoleksi 69 poin. Namun, regulasi kompetisi menempatkan rekor pertemuan langsung sebagai penentu utama ketika poin sama, sehingga Persib berhak memimpin klasemen sementara.
Head to head jadi pembeda
Persib memanfaatkan keunggulan itu lewat dua duel melawan Borneo FC musim ini. Mereka menang 3-1 di Bandung pada Desember 2025, lalu bermain imbang 1-1 di Samarinda pada Maret 2026.
Hasil tersebut membuat Persib berada di jalur yang lebih nyaman menuju akhir musim. Meski begitu, posisi itu belum benar-benar aman karena Borneo FC masih punya empat laga tersisa untuk menekan lagi persaingan.
Dalam regulasi, jika head to head masih sama kuat, barulah selisih gol dan produktivitas gol dipakai sebagai pembanding berikutnya. Kondisi ini membuat setiap hasil pertandingan sisa bisa langsung berdampak pada peta perebutan gelar.
Borneo FC belum menyerah
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, memilih menjaga optimisme di tengah persaingan yang ketat. Ia menegaskan timnya hanya bisa mengontrol performa sendiri dan menjaga kondisi pemain pada empat pertandingan tersisa.
“Yang kita bisa kontrol pemain Borneo FC. Kita lihat nanti rezekinya juga tapi kita sangat optimis,” kata Lefundes seperti dikutip situs resmi Borneo FC melalui detik.com. Ia juga menyebut perebutan gelar membuat ritme kerja pelatih tidak pernah benar-benar tenang.
Lefundes menegaskan komitmennya tetap sama, yakni membawa tim berjuang sampai akhir musim sesuai target manajemen. Sikap itu memperlihatkan Borneo FC belum mau melepaskan tekanan kepada Persib, meski secara klasemen mereka kini berada di bawah.
Momentum dari ruang ganti dan tribun
Dari luar lapangan, prediksi juara juga mulai mengerucut ke dua tim teratas. Mantan pemain Timnas Indonesia, Oktovianus Maniani, justru menilai Borneo FC punya peluang besar untuk menyalip Persib di ujung musim.
Menurut laporan bola.com, Okto melihat konsistensi permainan Borneo FC sebagai modal utama. Ia menilai performa tim itu sedang berada dalam fase yang sangat baik setelah kemenangan tandang atas Persik Kediri.
“Saya memprediksikan Borneo FC sebagai juara,” ujar Okto. Ia juga menyoroti kepercayaan diri tinggi yang terlihat dari skuad asuhan Fabio Lefundes.
Pendapat itu menambah warna dalam persaingan yang memang masih terbuka. Selisih yang sangat rapat membuat setiap kemenangan bisa mengubah arah perebutan gelar dengan cepat.
Laga kandang Borneo FC jadi krusial
Fokus Borneo FC kini tertuju pada laga pekan ke-31 melawan Persita Tangerang. Pertandingan itu akan dimainkan di Stadion Segiri pada Selasa, 5 Mei 2026, dan menjadi kesempatan penting untuk terus menjaga tekanan kepada Persib.
Lefundes sudah menyiapkan strategi khusus untuk laga tersebut. Ia ingin memanfaatkan status kandang untuk membalas kekalahan 0-2 pada pertemuan putaran pertama di markas Persita.
“Kita sudah mulai persiapan supaya hadapi tim Persita. Besok kita ada meeting untuk strategi kita pakai,” tutur Lefundes. Ia menegaskan timnya siap bertanding dan ingin membayar kekalahan di laga sebelumnya.
Di sisi lain, Persib masih harus melewati empat lawan di sisa musim, yakni PSIM Yogyakarta, Persija Jakarta, PSM Makassar, dan Persijap Jepara. Dengan jarak yang sangat tipis, setiap hasil dari laga-laga itu berpotensi langsung menentukan siapa yang paling dekat dengan gelar Super League.





