Lonjakan harga minyak dunia yang menembus US$100 per barel langsung menekan harga BBM nonsubsidi Pertamina di banyak daerah. Penyesuaian itu berlaku mulai Senin, 4 Mei 2026, setelah eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel mengguncang pasar energi global.
Dampak paling tajam muncul pada produk diesel nonsubsidi. Di DKI Jakarta, Pertamina Dex (CN 53) naik menjadi Rp27.900 per liter dari Rp23.900 per liter pada periode April, sedangkan Dexlite (CN 51) ikut naik ke Rp26.000 per liter dari Rp23.600 per liter.
Kenaikan juga menyentuh bensin beroktan tinggi. Pertamax Turbo (RON 98) kini dipatok Rp19.900 per liter, naik dari Rp19.400 per liter sebelumnya.
Di sisi lain, Pertamina menahan harga beberapa produk utama agar tidak ikut bergerak lebih jauh. Pertamax tetap berada di level Rp12.300 per liter untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, sementara Pertalite dan Solar tidak berubah masing-masing di Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Harga berbeda antarwilayah
Harga BBM nonsubsidi Pertamina tidak seragam di semua daerah karena dipengaruhi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB. Akibatnya, satu produk bisa memiliki tarif berbeda meski dijual pada periode yang sama.
Di Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Pertamina Dex tercatat mencapai Rp29.100 per liter. Di Free Trade Zone atau FTZ Batam, produk yang sama justru lebih rendah, yakni Rp26.500 per liter.
Pola serupa terlihat pada produk lain di beberapa wilayah Sumatra. Di Sumatra Utara, Pertamax dipatok Rp12.600 per liter, Pertamax Turbo Rp20.350 per liter, Dexlite Rp26.600 per liter, dan Pertamina Dex Rp28.500 per liter.
Untuk Sumatra Barat dan Kepulauan Riau, Pertamax berada di Rp12.900 per liter. Pada wilayah yang sama, Pertamax Turbo tercatat Rp20.750 per liter, Dexlite Rp27.150 per liter, dan Pertamina Dex Rp29.100 per liter.
Daftar harga di sejumlah wilayah
Banten dan DKI Jakarta sama-sama mencatat Pertamax di Rp12.300 per liter dan Dexlite di Rp26.000 per liter. Jawa Barat juga mempertahankan Pertamax di Rp12.300 per liter, meski tidak semua produk nonsubsidi ditampilkan untuk wilayah itu.
Di Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, dan Bangka Belitung, Pertamax tercatat Rp12.600 per liter. Pada wilayah yang sama, Pertamax Turbo berada di Rp20.350 per liter, Dexlite Rp26.600 per liter, dan Pertamina Dex Rp28.500 per liter.
Lampung menunjukkan susunan harga yang sedikit berbeda. Pertamax berada di Rp12.600 per liter dan Dexlite di Rp26.600 per liter, sementara Pertamax Turbo dan Pertamina Dex tidak tercantum untuk wilayah tersebut.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini menjadi respons langsung terhadap lonjakan harga minyak mentah dunia. Tekanan dari pasar global membuat beban impor bahan baku energi nasional ikut terdorong naik, sehingga penyesuaian harga dilakukan Pertamina di berbagai wilayah dari Sabang hingga Papua.
