Lonjakan harga chip AI mulai memunculkan risiko yang lebih luas daripada sekadar mahalnya komponen teknologi. Ketua SK Group Chey Tae-won memperingatkan harga yang tidak kembali seimbang dapat menekan penjualan perangkat hingga membuat pasar menyusut.
Tekanan ini datang ketika kebutuhan komputasi AI tumbuh jauh lebih cepat daripada kemampuan industri menambah produksi. Kondisi tersebut berpotensi menaikkan ongkos komputer dan smartphone, sekaligus membuka persaingan baru di bisnis semikonduktor.
Permintaan AI Melaju Lebih Cepat dari Pabrik Baru
Chey mengatakan pelanggan meminta SK Hynix menyediakan chip memori AI 60% hingga 100% lebih banyak pada 2027 dibandingkan tahun ini. Di saat yang sama, AI telah menyerap lebih dari separuh konsumsi semikonduktor global dan mendorong total permintaan chip naik setidaknya 50% hingga 60%.
Masalah utamanya terletak pada kapasitas produksi yang belum siap mengimbangi laju kebutuhan tersebut. Menurut Chey, tidak ada perusahaan yang mempunyai kapasitas baru dalam jumlah berarti untuk mulai beroperasi pada tahun depan.
Pasar kini sangat membutuhkan memori berkecepatan tinggi untuk menopang akselerator AI, terutama produk Nvidia. Jenis memori ini diperlukan karena pemrosesan data AI memerlukan kapasitas dan bandwidth yang jauh lebih besar dibandingkan komputasi konvensional.
| Indikator Industri | Angka | Keterangan |
|---|---|---|
| Permintaan chip memori AI SK Hynix pada 2027 | Naik 60%-100% | Dibandingkan tahun ini |
| Pertumbuhan total permintaan chip | Minimal 50%-60% | Didorong konsumsi AI global |
| Pangsa pendapatan HBM SK Hynix | 58% | Kuartal I 2026 |
| Pangsa pendapatan Micron dan Samsung | 21% masing-masing | Pasar HBM global |
HBM Jadi Titik Tekanan Pasokan
Tekanan pasokan paling besar terjadi pada high-bandwidth memory atau HBM, yakni DRAM bertumpuk yang digunakan bersama akselerator AI. Komponen ini menjadi salah satu fondasi penting bagi sistem AI yang harus memindahkan dan mengolah data dalam volume besar.
Data Counterpoint Research menunjukkan SK Hynix menguasai 58% pendapatan pasar HBM global pada kuartal I 2026. Micron dan Samsung masing-masing menguasai 21% berdasarkan pendapatan, menandakan posisi SK Hynix masih dominan di segmen tersebut.
Dominasi ini tidak serta-merta membuat harga tinggi menjadi situasi ideal bagi produsen Korea Selatan. Chey menilai lonjakan biaya chip bisa memicu chipflation, yaitu kenaikan biaya komponen yang kemudian membebani produsen komputer dan smartphone.
Jika beban itu diteruskan ke konsumen, harga perangkat akhir dapat meningkat. Namun, produsen juga menghadapi risiko lain bila harga terlalu tinggi, yakni permintaan perangkat yang turun karena pasar tidak lagi mampu menyerap produk secara optimal.
Margin Tinggi Bisa Mengundang Pesaing Baru
Chey juga menilai harga chip yang melambung dapat menarik pemain baru ke sektor manufaktur semikonduktor. Ia menyinggung ketertarikan CEO Tesla Elon Musk untuk masuk ke bisnis tersebut sebagai sinyal bahwa margin besar akan mengundang persaingan.
“Harga harus kembali normal. Jika tidak, pasar menyusut dan para pesaing membanjiri pasar,” kata Chey.
SK Hynix merespons kekurangan pasokan dengan mempercepat pembangunan fasilitas di Korea Selatan. Perusahaan memajukan pembangunan clean room pertama di kompleks Yongin menjadi Februari 2027, dari jadwal sebelumnya Mei.
Pada Maret tahun ini, perusahaan juga mengalokasikan tambahan investasi 21,6 triliun won atau sekitar US$14,52 miliar. Pabrik Cheongju M15X turut dialihkan menjadi basis produksi DRAM yang secara khusus ditujukan bagi HBM.
Ekspansi Chip Masuk ke Arena Geopolitik
Rencana jangka panjang SK Hynix mencakup ekspansi di wilayah barat daya Korea Selatan bersama Samsung Electronics. Proyek tersebut akan dibangun di bekas lapangan udara militer Gwangju.
SK Hynix juga meninjau lokasi pabrik di sejumlah negara dengan mempertimbangkan kecepatan pembangunan, skala proyek, serta ketersediaan listrik, air, dan lahan. Amerika Serikat menjadi salah satu wilayah yang dievaluasi, meski Chey menegaskan keputusan itu didasarkan pada pertimbangan bisnis.
Kelangkaan chip dinilai dapat memperbesar tekanan antarpemerintah karena rantai pasok semikonduktor semakin strategis. Chey mengatakan, “Saat ini, perusahaan yang menyerap tekanan tersebut. Pemerintah akan segera mulai menekan pemerintah lain.”
Desakan agar produsen chip Korea Selatan meningkatkan investasi di Amerika Serikat pun menjadi bagian dari dinamika tersebut. Menanggapi dorongan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, Chey menyebut pertanyaan mengenai besaran investasi di AS telah muncul sejak awal pemerintahan Trump.
