Telkomsel memang menjadi peraih bandwidth terbesar dalam seleksi spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz dengan total 100 MHz. Namun, XLSmart mengamankan posisi penting di pita 700 MHz, frekuensi yang berperan besar dalam memperluas jangkauan sinyal ke wilayah lebih luas.
Perbedaan ini membuat hasil lelang tidak hanya soal siapa yang mengumpulkan spektrum terbanyak. Jenis frekuensi yang diperoleh juga akan menentukan fokus penguatan jaringan masing-masing operator.
Alokasi Spektrum Tiga Operator
Telkomsel memperoleh 20 MHz di pita 700 MHz dan 80 MHz di pita 2,6 GHz. Indosat mendapat total 80 MHz, sedangkan XLSmart juga mengantongi 80 MHz dari kombinasi dua pita tersebut.
| Operator | 700 MHz | 2,6 GHz | Total |
|---|---|---|---|
| Telkomsel | 20 MHz | 80 MHz | 100 MHz |
| Indosat | 20 MHz | 60 MHz | 80 MHz |
| XLSmart | 30 MHz | 50 MHz | 80 MHz |
Keunggulan Telkomsel terutama datang dari alokasi 80 MHz pada frekuensi 2,6 GHz. Jumlah tersebut lebih besar daripada perolehan Indosat yang mencapai 60 MHz dan XLSmart yang mendapat 50 MHz di pita yang sama.
XLSmart Unggul di Pita Jangkauan
XLSmart menjadi pemegang alokasi terbesar pada pita 700 MHz dengan 30 MHz. Telkomsel dan Indosat masing-masing memperoleh 20 MHz pada frekuensi tersebut.
Pita 700 MHz termasuk kategori low-band yang cocok untuk menjangkau area lebih luas, termasuk daerah pelosok. Karakter frekuensi ini menjadikan alokasi XLSmart relevan bagi penguatan cakupan jaringan seluler.
Sebaliknya, pita 2,6 GHz berada dalam kategori mid-band yang ditujukan untuk kapasitas data dan kecepatan lebih tinggi. Dominasi Telkomsel di pita ini memberi operator tersebut ruang spektrum terbesar untuk kebutuhan kapasitas jaringan.
Seleksi Berakhir Tanpa Keberatan
Kementerian Komunikasi dan Digital menyelesaikan seluruh tahapan lelang frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz setelah masa sanggah berakhir pada 14 Juli 2026. Proses seleksi tersebut dimulai pada April 2026 dan tidak menerima keberatan dari peserta.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan proses itu berlangsung transparan dan akuntabel. Dalam pernyataan yang dikutip Antara dan diberitakan Liputan6.com pada 21 Juli 2026, Meutya mengatakan, “Semuanya sudah lengkap untuk kami umumkan telah selesainya seluruh tahapan lelang pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz di bulan Juli 2026 ini.”
Target Konektivitas hingga Penerimaan Negara
Menurut Meutya, spektrum frekuensi menjadi fondasi penting bagi infrastruktur digital nasional. Pemerintah berharap pembagian baru ini dapat mempercepat transformasi digital hingga memberi manfaat yang lebih merata bagi masyarakat.
“Kami tentu berharap selesainya proses lelang ini dapat mendorong transformasi digital yang lebih cepat, serta memberikan manfaat nyata dan merata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Meutya. Pemanfaatan frekuensi oleh para pemenang selanjutnya diharapkan mendukung pengalaman akses internet melalui jaringan seluler.
Dari sisi fiskal, seleksi tersebut berpotensi menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak awal hingga Rp6 triliun. Dalam proyeksi 10 tahun, penerimaan negara dari hasil lelang diperkirakan dapat mencapai Rp30 triliun.
Nilai ekonomi yang diperoleh dari lelang direncanakan kembali dialokasikan untuk program pembangunan yang berpihak kepada rakyat. Dengan komposisi terbaru ini, Telkomsel memimpin total bandwidth, sementara XLSmart memiliki keunggulan khusus untuk kebutuhan jangkauan melalui pita 700 MHz.
