Harga BBM AS Menembus US$4,50, Demokrat Mendesak Republik Hentikan Perang Iran

Senator Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, menekan Partai Republik agar mendukung pemungutan suara untuk menghentikan perang Presiden Donald Trump terhadap Iran. Dorongan itu muncul saat warga AS ikut merasakan dampak konflik lewat kenaikan harga energi, termasuk bensin yang makin mahal.

Schumer menilai perang dengan Iran sudah berubah menjadi persoalan biaya hidup, bukan lagi sekadar urusan politik luar negeri. Ia menyebut harga bensin di AS kini menembus lebih dari US$ 4,50 per galon dan mengaitkannya dengan keputusan Trump yang tetap mempertahankan keterlibatan militer.

Harga BBM ikut jadi sasaran kritik

Lewat unggahan di media sosial X, Schumer mengatakan rakyat Amerika harus membayar lebih dari US$ 4,50 per galon untuk bensin. Ia menempatkan lonjakan itu sebagai bagian dari tekanan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pesan itu memperlihatkan strategi Demokrat untuk menghubungkan kebijakan luar negeri dengan beban harian warga. Dalam pandangan Schumer, kenaikan harga energi bukan dampak sampingan yang terpisah, melainkan konsekuensi dari perang yang terus berlangsung.

Ketegangan AS-Iran juga memicu kekhawatiran di pasar energi global. Harga minyak dunia bergerak naik saat tensi geopolitik di Timur Tengah meningkat, lalu dorongannya merambat ke harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.

Dorongan ke Partai Republik

Dalam unggahan yang sama, Schumer meminta Partai Republik mendukung resolusi kekuatan perang yang diajukan Demokrat. Ia menilai dukungan itu penting jika Partai Republik benar-benar ingin menurunkan biaya hidup dan melindungi pasukan AS.

Resolusi kekuatan perang atau war powers resolution membatasi kewenangan presiden untuk melancarkan perang tanpa persetujuan Kongres. Aturan itu juga mewajibkan presiden memperoleh persetujuan Kongres setelah 60 hari keterlibatan militer.

Schumer mengaitkan urgensi pemungutan suara dengan dampak perang yang semakin luas. Baginya, Kongres harus menunjukkan peran yang lebih besar dalam menentukan arah kebijakan militer pemerintah.

Langkah Demokrat yang belum berhasil

Demokrat disebut sudah beberapa kali mencoba meloloskan resolusi serupa untuk menghentikan perang Trump terhadap Iran. Namun, upaya itu belum berhasil karena Partai Demokrat berada dalam posisi minoritas di Kongres AS.

Situasi politik tersebut membuat banyak pemungutan suara soal kebijakan luar negeri dan militer tetap berjalan mengikuti garis partai. Sebagian besar anggota Partai Republik masih mendukung kebijakan Trump terhadap Iran, sehingga peluang perubahan arah kebijakan menjadi terbatas.

Di tengah kebuntuan itu, Demokrat juga menyoroti risiko keselamatan pasukan AS yang terlibat dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Mereka menekankan bahwa isu ini bukan hanya soal energi, tetapi juga soal pengawasan atas keputusan perang.

Tekanan harga BBM membuat isu perang Iran mendapat bobot baru di mata publik. Schumer mencoba memanfaatkan momen itu untuk mendorong Republik mengambil sikap yang lebih terbuka terhadap resolusi perang di Kongres.

Source: www.beritasatu.com
Terkait