PT Goodyear Indonesia Tbk meminta pemerintah mempercepat perpanjangan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk dua pabriknya di Jerman. Langkah ini diambil karena masa berlaku izin di fasilitas Hanau dan Pfälzerwald akan segera berakhir dan berpotensi mengganggu kelancaran ekspor.
Di sisi lain, perusahaan juga ingin menjaga hubungan bisnis dengan mitra internasional tetap aman. Risiko yang paling dikhawatirkan muncul di pasar otomotif Jerman, tempat Goodyear tidak ingin kehilangan komitmen dari pabrikan mobil.
Goodyear minta tenggat hingga awal tahun depan
Presiden Direktur Goodyear Indonesia, Iman Santoso, menyampaikan bahwa perusahaan berharap ada kelonggaran sampai 1 Januari tahun depan. Menurut dia, tambahan waktu itu dibutuhkan untuk menyiapkan laboratorium internal yang menjadi bagian dari kewajiban standardisasi pengujian logistik yang baru.
Iman menjelaskan, sertifikasi SNI untuk dua pabrik tersebut akan kedaluwarsa pada 1 September dan 17 Oktober 2026. Karena itu, perusahaan menilai masa tenggang diperlukan agar proses penyesuaian tidak menghambat produksi maupun distribusi.
Tekanan regulasi juga merembet ke negara lain
Masalah kepatuhan ini tidak berhenti di Jerman. Goodyear juga menyebut penyesuaian regulasi baru dapat memengaruhi pabriknya di Turki dan China, sehingga respons perusahaan harus lebih luas terhadap perubahan aturan teknis.
Kondisi tersebut memperlihatkan betapa pentingnya sinkronisasi antara aturan teknis dan kebutuhan operasi lintas negara. Bagi produsen ban dengan jaringan fasilitas internasional, jeda administratif kecil bisa berdampak pada kesinambungan kerja sama industri.
Permintaan dibahas dalam forum debottlenecking
Permintaan Goodyear dibahas dalam sidang terbuka debottlenecking di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026). Pemerintah menyampaikan bahwa persoalan itu sedang ditangani oleh instansi terkait.
Ketua Kelompok Kerja Bidang Percepatan Implementasi Program dan Penyelesaian Hambatan, Satya Bhakti Parikesit, mengatakan kepastian waktu menjadi inti dari permintaan perusahaan. Ia menilai pengajuan SNI untuk impor penunjang industri itu sudah dikelola oleh Kementerian Perindustrian.
Dengan masa berlaku yang makin dekat, Goodyear kini menunggu kejelasan agar operasi pabrik, arus ekspor, dan hubungan dengan mitra otomotif tidak ikut tersendat. Situasi ini membuat perpanjangan izin menjadi isu penting, bukan hanya untuk administrasi perusahaan, tetapi juga untuk stabilitas rantai pasok globalnya.







