Golongan darah O kerap dianggap lebih “disukai” nyamuk demam berdarah, dan anggapan itu ternyata punya dasar ilmiah. Sejumlah penelitian menunjukkan aedes aegypti lebih sering hinggap pada pemilik golongan darah O dibandingkan golongan darah A.
Temuan ini penting karena pilihan nyamuk tidak muncul secara acak. Sebelum mendekat, nyamuk dapat menangkap sinyal kimia dari kulit manusia, lalu menjadikannya petunjuk untuk memilih target.
Apa yang ditemukan penelitian
Salah satu temuan yang dikutip dari Journal of Medical Entomology menyebut frekuensi nyamuk hinggap pada golongan darah O hampir dua kali lebih tinggi dibanding golongan darah A. Dalam pengamatan yang sama, golongan darah B berada di posisi tengah.
Penelitian itu juga mencatat sekitar 80 persen manusia menghasilkan sinyal kimia lewat kulit yang bisa menunjukkan golongan darah. Bagi nyamuk, sinyal ini menjadi penanda awal sebelum mereka mendarat.
Golongan darah bukan satu-satunya pemicu
Para peneliti menilai golongan darah O memang cenderung lebih mudah menarik nyamuk, tetapi faktor itu tidak bekerja sendirian. Nyamuk juga merespons aroma tubuh dan tanda biologis lain yang ikut menentukan apakah seseorang menjadi target.
Karena itu, golongan darah O hanya salah satu unsur yang membuat seseorang lebih menonjol di mata nyamuk. Peluang digigit tetap dipengaruhi banyak faktor lain dari dalam tubuh dan lingkungan sekitar.
Faktor yang ikut membuat nyamuk tertarik
Salah satu pemicu utama adalah karbondioksida atau CO2. Orang yang menghasilkan CO2 lebih banyak, misalnya saat berolahraga atau memiliki ukuran tubuh lebih besar, cenderung lebih mudah dihinggapi nyamuk.
Suhu tubuh dan keringat juga berperan besar. Zat seperti asam laktat dan amonia dalam keringat dapat menarik perhatian nyamuk karena mudah dikenali oleh indra penciumannya.
Warna pakaian pun ikut memengaruhi. Nyamuk memakai penglihatan saat mencari target, sehingga warna gelap seperti hitam atau biru tua lebih mudah menarik perhatian mereka.
Apa artinya bagi risiko demam berdarah
Meski pemilik golongan darah O disebut lebih rentan secara statistik, semua orang tetap perlu waspada terhadap gigitan nyamuk. Risiko gigitan tidak hanya ditentukan oleh golongan darah, tetapi juga oleh kondisi tubuh dan lingkungan.
Karena itu, pencegahan tetap penting dilakukan secara rutin. Langkah seperti memakai losion antinyamuk, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghindari paparan nyamuk di area berisiko tinggi dapat membantu menekan peluang tergigit.
Pemahaman soal golongan darah O memberi gambaran bahwa nyamuk membaca banyak sinyal sekaligus, bukan hanya satu faktor. Artinya, perlindungan terhadap gigitan tetap perlu diterapkan oleh siapa pun, termasuk mereka yang bukan pemilik golongan darah O.
Source: www.medcom.id






