Kunjungan tiga hari Partai Golkar Jawa Timur ke Pulau Bawean meninggalkan pesan yang jelas: aspirasi warga pulau terluar itu tidak ingin berhenti di forum dialog. Rombongan yang dipimpin Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, datang untuk menyerap keluhan warga dan menyiapkan jalur perjuangan lewat APBN maupun APBD.
Fokusnya bukan hal kecil. Warga Bawean masih menghadapi persoalan transportasi laut, layanan kesehatan, dan pupuk bersubsidi, tiga isu yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat pulau.
Aspirasi yang harus dibedakan jalurnya
Ali Mufthi menegaskan, setiap masukan dari warga perlu dipetakan sesuai kewenangan pemerintah pusat atau Pemerintah Kabupaten Gresik. Dengan begitu, isu yang masuk ranah nasional bisa diperjuangkan melalui APBN, sementara persoalan daerah akan dikawal lewat APBD Kabupaten Gresik.
Ia mengatakan tugas legislator adalah memastikan keluhan warga tidak berhenti sebagai obrolan seremonial. Karena itu, kehadiran Golkar di Bawean disebutnya sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat yang selama ini merasa belum mendapat perhatian setara dengan wilayah lain di Jawa Timur.
“Kalau orientasi kami hanya politik praktis, tentu kami datang saat musim kampanye. Tetapi kami memilih hadir sekarang karena ingin masyarakat Bawean benar-benar merasakan manfaat kehadiran Partai Golkar,” kata Ali.
| Isu yang Diserap | Fokus Tindak Lanjut | Jalur Pengawalan |
|---|---|---|
| Transportasi laut | Menopang mobilitas warga pulau | APBN dan koordinasi terkait kewenangan |
| Layanan kesehatan | Peningkatan pelayanan RSUD Umar Mas’ud Bawean | APBD Kabupaten Gresik dan dukungan kebijakan |
| Pupuk bersubsidi | Menjawab keluhan distribusi di lapangan | APBN dan pengawalan kebijakan yang relevan |
Lintas level legislatif turun langsung
Rombongan yang datang ke Bawean tidak hanya membawa pengurus daerah. Mereka juga melibatkan Ahmad Labib di DPR RI, Ketua Pratama DPD Partai Golkar Jawa Timur Akhsanul Yakin, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Arif Fathoni, Ketua DPD Partai Golkar Gresik Wongso Negoro, serta anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Gresik.
Ali menilai keberadaan Ahmad Labib di DPR RI menjadi modal penting untuk mempercepat perjuangan kebutuhan masyarakat Bawean di tingkat nasional. Sementara itu, anggota Fraksi Golkar DPRD Gresik akan mengawal aspirasi yang menjadi kewenangan daerah.
Menurut Ali, para legislator Golkar sudah bertemu langsung dengan warga sehingga memahami persoalan yang muncul di lapangan. Aspirasi yang terkumpul kemudian diarahkan ke program APBN dan pengawalan APBD Gresik sesuai porsi kewenangan masing-masing.
Dari pesantren ke forum warga
Agenda kunjungan dimulai dengan silaturahmi ke Pondok Pesantren An-Nasiriyah Guntung di Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura. Setelah itu, rombongan mengikuti Musyawarah Kecamatan Partai Golkar untuk Kecamatan Sangkapura dan Tambak yang dirangkai dialog bersama masyarakat.
Pada hari berikutnya, rombongan berziarah ke Makam Waliyah Zainab di Desa Diponggo, Kecamatan Tambak. Kegiatan lalu berlanjut dengan forum Sambang Dulur Sambung Roso bersama kepala desa se-Pulau Bawean untuk menyerap aspirasi pembangunan.
Dalam forum itu, warga menyoroti keterbatasan transportasi laut sebagai urat nadi mobilitas pulau. Mereka juga menyampaikan keluhan soal distribusi pupuk bersubsidi, kebutuhan peningkatan pelayanan RSUD Umar Mas’ud Bawean, dan infrastruktur pendukung lainnya.
Pesan politik dari pulau terluar
Ali menyebut sambutan hangat dari kepala desa dan masyarakat sebagai sinyal positif bagi pendekatan yang dilakukan Golkar. Ia menilai kunjungan legislator pusat dan daerah ke Bawean merupakan momentum yang jarang terjadi, apalagi dilakukan jauh sebelum agenda politik lima tahunan.
“Golkar benar-benar ingin berbuat lebih bagi masyarakat Bawean. Tidak boleh ada satu pun wilayah di Jawa Timur yang merasa tidak mendapatkan sentuhan manfaat dari Partai Golkar,” ujarnya.
Ia juga mengakui perjalanan menuju Pulau Bawean tidak mudah karena cuaca laut berubah-ubah. Namun, kondisi itu tidak mengubah komitmen rombongan untuk hadir langsung dan menjadikan Golkar sebagai jembatan perjuangan aspirasi warga.
Rangkaian kunjungan itu kini menjadi langkah awal untuk menyusun agenda perjuangan politik yang lebih konkret bagi Pulau Bawean. Aspirasi warga akan dibawa ke ruang pengambilan kebijakan melalui DPR RI, DPRD Gresik, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
