Gobel Beri Terima Kasih Usai Penas di Gorontalo Sukses, Dampak Ekonominya Terasa Nyata

Author: Cung Media

Rachmat Gobel menilai penyelenggaraan Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo memberi dampak yang jauh lebih luas dari sekadar forum pertanian dan perikanan. Menurut anggota Komisi VI DPR RI dari daerah pemilihan Gorontalo itu, gelaran tersebut ikut menggerakkan ekonomi lokal dan memberi semangat baru bagi daerah.

Gobel menyampaikan terima kasih atas suksesnya acara itu, sekaligus mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kehadiran keduanya dinilai memberi dorongan moral bagi masyarakat Gorontalo untuk terus memperkuat pembangunan daerah.

Ribuan peserta memadati Gorontalo

Penas 2026 berlangsung pada 20-24 Juni 2026 dan diikuti ribuan petani, nelayan, penyuluh, serta pejabat pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membuka kegiatan itu, lalu Presiden Prabowo Subianto menutup rangkaian acara.

Gobel menyebut pelaksanaan kegiatan berjalan lancar berkat kerja sama banyak pihak. Ia juga menegaskan bahwa dukungan masyarakat Gorontalo memberi warna tersendiri selama acara berlangsung.

Hotel penuh, wisata ikut bergerak

Manfaat Penas terasa pada perputaran ekonomi setempat. Hotel dan penginapan penuh, transportasi ramai, serta restoran dan rumah makan ikut mendapat rezeki dari banyaknya peserta dan tamu yang datang.

Pelaku usaha oleh-oleh dan suvenir juga disebut ikut merasakan dampaknya. Sektor pariwisata ikut bergairah karena banyak peserta memanfaatkan waktu untuk berkunjung ke sejumlah lokasi di Gorontalo.

Tiga lokasi wisata disiapkan untuk peserta

Untuk mendukung agenda itu, Gobel menghadirkan dan menata tiga objek wisata agar peserta bisa beristirahat dan berekreasi di sela kegiatan. Ketiganya adalah Danau Perintis, area Menara Pakaya, dan kawasan air panas Pentadio.

Selain itu, Panasonic Gobel turut menjadi sponsor berbagai lomba yang digelar dalam forum petani dan nelayan se-Indonesia tersebut. Dukungan swasta itu menambah semarak acara dan memperkuat nuansa kebersamaan selama Penas 2026.

Apresiasi untuk panitia dan pemerintah daerah

Gobel juga menyampaikan penghargaan kepada panitia daerah yang dinilainya bekerja baik dalam menyukseskan acara. Ia mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail beserta jajaran, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi beserta jajaran, Kapolda Provinsi Gorontalo beserta jajaran, Komandan Korem beserta jajaran, serta Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ucapan terima kasih juga diberikan kepada seluruh peserta dan masyarakat Gorontalo yang menyambut tamu dengan hangat. Menurut Gobel, suasana ramah itu membuat penyelenggaraan Penas terasa lebih hidup dan berkesan.

Pelajaran untuk petani dan nelayan

Di sektor pertanian dan perikanan, Gobel menilai petani dan nelayan Gorontalo mendapat banyak pelajaran dari ajang nasional tersebut. Selama kegiatan berlangsung, berbagai teknologi dan inovasi dipamerkan untuk membuka wawasan peserta.

Petani dan nelayan Gorontalo juga bisa bertukar pengalaman dengan peserta dari daerah lain. Mereka pun belajar dari penyuluh yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia dan membawa pengetahuan yang berbeda.

Gobel berharap Penas 2026 menjadi penyemangat bagi masyarakat Gorontalo untuk terus memperkuat daerah sebagai lumbung pangan di Indonesia timur. Ia juga berharap para peserta membawa pulang kesan baik tentang keramahan masyarakat, keindahan alam, dan daya tarik wisata Gorontalo.

Pesona Gorontalo ikut meninggalkan kesan

Sejumlah destinasi ikut menjadi perhatian peserta, mulai dari air panas Pentadio, Danau Perintis, hingga pengalaman berfoto dengan hiu paus di Pantai Botubarani. Pada waktu tertentu, peserta juga dapat menikmati suasana senja di Pantai Tamendao, atraksi lampu di Menara Pakaya, dan videotron berbentuk bola di Taman Limboto.

Dari sisi kuliner, Gorontalo menawarkan rahang tuna bakar, sate tuna, dan aneka hidangan laut lainnya. “Gorontalo memang bikin ngangenin,” kata Gobel, menggambarkan kesan yang ia harapkan tertinggal setelah perhelatan nasional itu usai.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru