Gigi susu berlubang bukan hanya masalah nyeri yang akan hilang setelah gigi tanggal. Kerusakan yang dibiarkan dapat mengganggu makan, tidur, belajar, hingga aktivitas bermain anak sehari-hari.
Rasa sakit sering membuat anak kehilangan nafsu makan dan memilih menghindari makanan tertentu. Saat asupan berkurang, kebutuhan nutrisi anak berisiko tidak terpenuhi dengan baik sehingga tumbuh kembangnya dapat terdampak.
Nyeri Tidak Selalu Berawal dari Lubang Besar
Karies gigi anak terjadi ketika bakteri memfermentasi sisa makanan yang mengandung gula atau karbohidrat, lalu menghasilkan asam. Asam tersebut memicu demineralisasi atau hilangnya mineral dari enamel, yaitu lapisan terluar gigi.
Tahap awal karies tidak selalu terlihat sebagai lubang yang jelas. Bercak putih pada permukaan gigi perlu diperhatikan karena dapat berubah menjadi cokelat atau kehitaman ketika kerusakan terus berkembang.
Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak RS Pondok Indah Puri Indah, drg. Alana Aluditasari, Sp.K.G.A, mengingatkan bahwa karies yang tidak ditangani dapat memengaruhi kondisi anak secara menyeluruh. Anak dapat menjadi lebih rewel, sulit tidur, dan kurang bersemangat saat bermain maupun belajar karena rasa sakit yang berulang.
Keluhan gigi juga bisa mengganggu konsentrasi anak dalam mengikuti kegiatan harian. Jika kerusakan sudah berat hingga gigi tanggal lebih cepat, kemampuan mengunyah makanan dapat ikut terganggu.
Tanda yang Perlu Segera Diperiksakan
Orangtua tidak perlu menunggu anak mengeluhkan sakit hebat sebelum membawa mereka ke dokter gigi. Perubahan warna gigi, rasa ngilu, hingga bau mulut dapat menjadi tanda awal yang memerlukan pemeriksaan.
| Tanda pada Gigi | Kondisi yang Perlu Diwaspadai |
|---|---|
| Bercak putih, cokelat, atau hitam | Kerusakan enamel yang dapat berkembang menjadi karies lebih dalam |
| Ngilu saat makan atau minum | Sensitivitas terhadap makanan manis, panas, atau dingin |
| Lubang terlihat dan sakit saat menggigit | Karies yang memerlukan penilaian tingkat keparahan |
| Bau mulut | Keluhan rongga mulut yang perlu diperiksakan |
Dokter gigi akan memeriksa rongga mulut untuk menilai tingkat kerusakan yang terjadi. Rontgen gigi dapat dilakukan bila diperlukan untuk melihat kondisi yang tidak tampak langsung dari permukaan gigi.
Jenis perawatan disesuaikan dengan usia anak, kondisi kesehatan, serta tingkat kerusakan giginya. Pilihannya dapat berupa perawatan fluoride untuk memperkuat enamel, penambalan, pemasangan mahkota gigi, hingga pencabutan apabila gigi tidak dapat dipertahankan.
Risiko Infeksi dan Gangguan Susunan Gigi
Karies yang terus berjalan dapat menembus dentin dan pulpa, yakni lapisan gigi yang lebih dalam. Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi karena gigi berlubang dapat menjadi jalan masuk bakteri.
Infeksi berpotensi menyebar ke gusi, tulang rahang, bahkan organ tubuh lain apabila terlambat ditangani. Karena itu, penanganan gigi berlubang tidak hanya bertujuan mengurangi rasa nyeri yang sedang dirasakan anak.
Gigi susu berperan sebagai penuntun bagi pertumbuhan gigi permanen. Bila tanggal sebelum waktunya akibat karies, gigi permanen berisiko tumbuh tidak teratur atau terjebak di dalam gusi.
Perawatan yang tepat membantu mempertahankan fungsi mengunyah sekaligus mendukung susunan gigi anak pada tahap berikutnya. Pemeriksaan dini juga memberi dokter kesempatan menangani kerusakan sebelum kondisinya menjadi lebih berat.
Kebiasaan Harian untuk Melindungi Gigi Anak
Menjaga kesehatan gigi anak dapat dimulai dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride. Konsumsi makanan dan minuman manis juga perlu dibatasi agar paparan gula pada gigi tidak berlebihan.
Anak dapat dibiasakan minum air putih setelah makan untuk membantu membersihkan sisa makanan di dalam mulut. Orangtua juga dianjurkan tidak membiarkan anak tidur sambil minum susu menggunakan botol dot.
Pemeriksaan rutin tetap diperlukan meski anak belum merasakan sakit gigi. Kontrol dapat dimulai sejak gigi pertama tumbuh atau ketika anak berusia satu tahun, lalu dilakukan setiap enam bulan untuk memantau pertumbuhan gigi dan mencegah kerusakan lebih awal.
