Wakil Presiden Gibran Rakabuming memastikan ada dorongan percepatan untuk meningkatkan layanan kesehatan di Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Salah satu langkah yang paling disorot adalah rencana peningkatan RSUD Perpetua H. Safanpo dari Tipe D menjadi rumah sakit Tipe C.
Janji itu muncul saat kunjungan Gibran ke Asmat, ketika ia menegaskan pemerintah akan melakukan intervensi agar layanan kesehatan di wilayah 3T bisa berkembang lebih cepat. Arah kebijakan ini juga disebut sebagai bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Fokus pemerintah pusat ke layanan dasar
Gibran menekankan bahwa penguatan fasilitas kesehatan di Asmat ditujukan agar layanan dasar bisa hadir lebih merata dan lebih berkualitas. Wilayah seperti Asmat selama ini menghadapi tantangan akses yang tidak ringan, terutama untuk layanan rujukan dan penanganan medis lanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran juga meninjau langsung RSUD Perpetua H. Safanpo beserta fasilitas pelayanannya. Ia bahkan berdialog dengan sejumlah pasien untuk melihat kondisi layanan yang berjalan di rumah sakit itu.
RSUD yang tumbuh bertahap sejak 2016
Direktur RSUD Perpetua H. Safanpo, Yenny Yokung Yong, menilai kunjungan Wapres dapat mempercepat peningkatan kelas rumah sakit tersebut. RSUD itu dibangun bertahap sejak 2016 dan kini menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang mendapat perhatian pemerintah.
Yenny menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut termasuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming di sektor kesehatan. Dengan status itu, percepatan peningkatan layanan diharapkan bisa lebih terarah dan tidak berjalan lambat.
Tambahan alat medis masih dibutuhkan
Selain peningkatan kelas rumah sakit, pihak RSUD juga berharap ada penambahan alat kesehatan penting seperti CT scan. Fasilitas ini dinilai akan membantu mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah yang selama ini menambah beban biaya dan logistik.
Yenny menyebut pembiayaan pasien Orang Asli Papua, khususnya orang Asmat, selama ini ditanggung melalui dana otsus. Pembiayaan itu tidak hanya mencakup perawatan, tetapi juga pendampingan medis hingga fasilitas rumah singgah di lokasi rumah sakit rujukan.
Layanan rujukan tersebut mencakup sejumlah daerah, termasuk Jayapura, Merauke, dan Makassar. Skema itu menjadi penopang penting bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan, terutama ketika fasilitas lokal belum sepenuhnya lengkap.
Source: www.viva.co.id






