Gen Z di Indonesia makin sering memakai telekonsultasi untuk hal yang lebih personal, terutama soal kulit, kesehatan mental, dan kesehatan reproduksi. Pola ini berbeda dari milenial dan Generasi X yang lebih banyak membawa keluhan kesehatan umum ke layanan digital.
Perbedaan itu terlihat dari jenis pertanyaan yang masuk ke Halodoc. Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, menyebut generasi yang lebih tua cenderung berkonsultasi soal ISPA, sakit kepala, demam, batuk, dan pilek.
Keluhan yang Makin Personal
Pada Gen Z, masalah kulit menjadi salah satu topik yang paling sering muncul dalam konsultasi daring. Temuan ini menunjukkan bahwa perhatian anak muda terhadap kondisi kulit semakin tinggi dan masuk ke daftar kebutuhan kesehatan yang dianggap penting.
Selain itu, konsultasi soal mental health juga mengalami kenaikan yang cukup terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Fibriyani mengaitkan tren itu dengan situasi yang penuh ketidakpastian dan derasnya arus informasi yang dapat memicu kekhawatiran serta tekanan psikologis.
Mengapa Layanan Online Lebih Diminati
Telekonsultasi memberi ruang yang lebih aman bagi Gen Z untuk membicarakan isu sensitif. Masalah seperti menstruasi dan persoalan reproduksi kerap membuat mereka ragu jika harus disampaikan secara langsung kepada orang lain.
Karena itu, layanan online membantu mereka mencari jawaban tanpa rasa sungkan. Pola ini memperlihatkan bahwa telemedicine tidak hanya dipakai untuk keluhan fisik, tetapi juga untuk kebutuhan konsultasi yang menuntut privasi lebih tinggi.
Cara Pandang yang Berbeda Antar Generasi
Pola di Halodoc juga menunjukkan bahwa kebutuhan kesehatan tiap generasi tidak sama. Milenial dan Generasi X lebih sering memakai layanan ini untuk diri sendiri, anak, atau anggota keluarga lain, sehingga keluhan yang muncul cenderung terkait penyakit sehari-hari.
Sebaliknya, Gen Z menjadikan telekonsultasi sebagai kanal untuk membahas isu yang lebih personal dan sulit diutarakan secara terbuka. Perbedaan ini menegaskan bahwa layanan kesehatan digital makin relevan karena menawarkan akses yang fleksibel dan praktis sesuai karakter kebutuhan pengguna muda.
Telekonsultasi pun bergeser dari sekadar solusi cepat untuk gejala umum menjadi ruang konsultasi yang lebih luas. Di kalangan Gen Z, ruang itu tampaknya semakin penting karena menyentuh kebutuhan kesehatan yang berkaitan dengan privasi, kenyamanan, dan rasa aman saat berbicara tentang diri sendiri.
