
Google memperketat keamanan iklan digital dengan mengandalkan AI Gemini untuk menyaring materi berbahaya sebelum sempat tayang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menekan penipuan iklan, penyalahgunaan akun, dan ancaman siber yang terus berubah di ekosistem digital.
Dalam pembaruan terbarunya, Google menyebut sistem ini mampu memblokir 99% iklan yang melanggar kebijakan sebelum tampil kepada pengguna. Pendekatan tersebut menandai perubahan besar karena Google kini berusaha menghentikan pelanggaran sejak tahap awal, bukan menunggu dampaknya muncul di layar pengguna.
Gemini jadi inti penyaringan iklan
Google menempatkan Gemini sebagai lapisan utama dalam deteksi iklan berbahaya. Vice President of Ad Privacy and Safety Google, Keerat Sharma, mengatakan Gemini membantu sistem membaca sinyal dalam skala besar dengan lebih presisi dan memahami niat pengiklan secara lebih kontekstual.
Model ini penting karena pelaku penipuan iklan kerap mengubah pola dengan cepat. Dengan AI, Google dapat menilai konten iklan, perilaku akun, dan jejak aktivitas pengiklan sebelum materi promosi lolos ke platform.
Penindakan Google sepanjang 2025
Google memaparkan sejumlah capaian penegakan kebijakan iklan sepanjang 2025. Data ini menunjukkan skala besar operasi keamanan yang dijalankan perusahaan.
- 8,3 miliar iklan melanggar kebijakan dihapus.
- Hampir 25 juta akun pengiklan ditangguhkan.
- Sekitar 4 juta akun terkait penipuan atau scam diblokir.
- 99% iklan melanggar dicegah sebelum tayang.
- Lebih dari 90% iklan yang tampil berasal dari pengiklan terverifikasi.
Angka-angka itu memperlihatkan bahwa Google tidak hanya bertindak setelah pelanggaran ditemukan. Perusahaan juga menutup akses sejak awal, termasuk menangguhkan akun sebelum pengiklan sempat menjalankan kampanye.
Deteksi real-time dipacu hingga milidetik
Google juga mengubah cara kerja sistem penyaringan iklan menjadi real-time. Menurut perusahaan, pemindaian kini dapat berlangsung dalam hitungan milidetik saat iklan dibuat, sehingga penilaian kebijakan bisa muncul lebih cepat.
Saat ini, sistem tersebut sudah diterapkan pada format Responsive Search Ads. Google menyebut penerapannya akan diperluas ke lebih banyak format iklan agar penyaringan berjalan lebih konsisten di seluruh layanan.
Tiga fokus utama keamanan iklan Google
Google menjelaskan strategi ini bertumpu pada tiga pilar utama yang saling melengkapi.
| Pilar | Fungsi |
|---|---|
| Sinyal skala besar | Meningkatkan akurasi deteksi |
| Respons real-time | Mempercepat tindakan terhadap pelanggaran |
| Pengawasan bagi pengiklan jujur | Mengurangi risiko salah blokir |
Pola ini menunjukkan bahwa keamanan iklan tidak hanya soal pemblokiran. Google juga berusaha menjaga agar pengiklan sah tetap mendapat proses yang cepat dan tidak dirugikan oleh sistem yang terlalu agresif.
Verifikasi diperketat, akurasi diklaim membaik
Selain Gemini, Google memperketat verifikasi identitas dan bisnis pengiklan. Perusahaan menyebut lebih dari 90% iklan yang tampil kini datang dari akun yang telah diverifikasi.
Google juga mengklaim penggunaan AI menurunkan suspensi akun yang salah hingga 80% secara tahunan. Penurunan ini penting karena salah blokir bisa mengganggu pengiklan yang patuh aturan dan menurunkan kepercayaan terhadap platform.
Dengan akurasi yang lebih baik, tim manusia Google bisa fokus menangani kasus yang lebih rumit. Sistem AI dan peninjauan manual pun saling melengkapi untuk memperkuat kualitas deteksi dari waktu ke waktu.
Dampaknya bagi pengguna dan pengiklan
Bagi pengguna, kebijakan yang lebih ketat memberi perlindungan tambahan dari iklan berbahaya dan upaya penipuan. Bagi pengiklan yang taat aturan, sistem ini menawarkan proses yang lebih cepat, lebih pasti, dan berpotensi mengurangi gangguan kampanye.
Untuk menjaga kepatuhan, pengiklan perlu memastikan identitas bisnis terverifikasi, menghindari klaim menyesatkan, serta meninjau materi iklan dan landing page sebelum tayang. Di tengah perburuan terhadap iklan berbahaya, Google tampak memperkuat benteng digitalnya dengan mengandalkan Gemini, verifikasi yang lebih ketat, dan deteksi real-time yang dirancang untuk bergerak lebih cepat dari pelaku penipuan.
Source: teknologi.bisnis.com




