Gelombang Panas Eropa Menekan Listrik, Sungai Hangat Paksa Pembangkit Turun Daya

Author: Cung Media

Gelombang panas awal musim panas di Eropa kini menekan sistem listrik dari tiga arah sekaligus. Permintaan listrik naik karena kebutuhan pendinginan melonjak, sementara pembangkit dan jaringan bekerja kurang efisien, dan sebagian pembangkit termal serta nuklir harus menurunkan output karena air pendingin terlalu hangat atau makin langka.

Tekanan itu sudah terlihat di lapangan, termasuk di Prancis selatan ketika satu reaktor nuklir harus dihentikan setelah air sungai yang dipakai untuk pendinginan menjadi terlalu hangat. Di saat yang sama, suhu ekstrem justru membuat kebutuhan listrik bertambah di banyak negara.

Pembangkit dan jaringan sama-sama terpukul

Suhu rekor di seluruh Eropa tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga menambah risiko kesehatan dan membebani jaringan listrik. Di London, panas yang sangat tinggi bahkan membuat sebuah acara Climate Action Week yang membahas soal panas harus dibatalkan.

Di sekitar pembangkit nuklir Golfech dekat Toulouse, situasinya semakin sulit karena unit satu sudah lebih dulu berhenti untuk perawatan terjadwal dan pengisian bahan bakar. Saat unit dua juga harus turun karena sungai di dekatnya terlalu hangat untuk menyuplai air pendingin, kapasitas listrik yang tersedia ikut berkurang ketika permintaan sedang naik.

Mengapa gelombang panas membuat grid rentan

Jaringan listrik terpukul dari dua sisi saat gelombang panas datang. Konsumsi naik karena lebih banyak orang membutuhkan pendingin, tetapi suhu tinggi juga menurunkan efisiensi pembangkitan dan penyaluran listrik.

Kondisi itu membuat sistem berada di bawah tekanan justru ketika pasokan andal paling dibutuhkan. Jika lebih banyak rumah tangga memasang pendingin udara, Eropa bisa menghadapi lonjakan permintaan musim panas seperti yang sudah lama dialami Amerika Serikat, termasuk risiko pemadaman listrik dan brownout.

Biaya juga bisa ikut terdorong naik. Utilitas mungkin harus membeli lebih banyak listrik dari negara tetangga saat permintaan melonjak, sehingga tekanan pasar meluas ke wilayah yang lebih besar.

Pola lama perawatan makin tidak cocok

Masalah lain datang dari jadwal perawatan. Selama ini, jaringan listrik Eropa lebih sering menghadapi permintaan puncak pada musim dingin karena pemanas listrik lebih umum daripada pendingin udara, sehingga sebagian pemadaman terencana masih dilakukan pada musim semi dan musim panas.

Pola itu makin kurang sesuai ketika musim panas yang lebih panas menjadi lebih sering terjadi. Perubahan ini berpotensi menjadikan panas musim panas sebagai sumber tekanan grid yang jauh lebih besar dalam beberapa tahun ke depan, seiring perubahan iklim global menggeser kapan dan bagaimana listrik dipakai.

Pendingin udara belum merata di Eropa

Ketersediaan pendingin udara di Eropa masih jauh lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat. Di seluruh Eropa, sekitar satu dari lima rumah memiliki AC, sementara di AS angkanya mendekati 90 persen.

Angka itu bahkan lebih rendah di sejumlah negara. Di Inggris, tingkat kepemilikan AC sekitar 5 persen, sedangkan di Jerman sekitar 3 persen.

Langkah yang kini perlu diubah

Operator utilitas dan grid kini didorong untuk meninjau ulang keputusan dasar perencanaan. Itu mencakup waktu pembangkit dihentikan untuk perawatan, berapa banyak cadangan daya yang dibutuhkan pada musim panas, dan bagaimana mempersiapkan kenaikan permintaan pendinginan.

Untuk menghadapi tantangan itu, penambahan pasokan listrik harus berjalan cepat sambil memperkuat transmisi agar daya bisa dipindahkan ke wilayah yang paling membutuhkan saat gelombang panas regional. Koordinasi lintas batas juga akan menjadi kunci, karena negara-negara Eropa kerap saling bergantung saat permintaan melonjak.

Simone Tagliapietra, senior fellow di Bruegel, menggambarkan tekanan ini sebagai “triple squeeze”. Menurut dia, permintaan pendinginan naik tajam, sementara pembangkit listrik dan jaringan menjadi kurang efisien, dan sebagian pembangkit termal serta nuklir harus menurunkan output karena air pendingin terlalu panas atau terlalu sedikit.

Terbaru