Gelombang Panas Eropa Bikin Jaringan Listrik Tertekan, Blackout Makin Dekat?

Author: Cung Media

Gelombang panas yang melanda Eropa mulai mengubah persoalan energi menjadi ancaman yang lebih serius. Bukan hanya lonjakan konsumsi listrik yang dikhawatirkan, tetapi juga potensi blackout ketika jaringan, pembangkit, dan pasar listrik sama-sama berada di bawah tekanan.

Sejumlah negara sudah merasakan dampaknya lebih dulu. Prancis, Italia, dan Spanyol menjadi contoh paling jelas bahwa suhu ekstrem dapat mengganggu pasokan sekaligus mendorong biaya listrik naik dalam waktu yang sama.

Jaringan distribusi mulai kewalahan

Di Prancis, Enedis memperingatkan bahwa suhu di bawah tanah dapat mencapai 80C atau 176F. Kondisi itu dinilai bisa melemahkan sebagian jaringan listrik bawah tanah dan memicu gangguan di beberapa titik.

Direktur Teknis Enedis, Herve Champenois, menyebut ada kemungkinan kegagalan jaringan, gangguan, hingga pemadaman listrik di bagian tertentu. Meski jalur cadangan tersedia, perusahaan tetap memperkirakan gangguan bisa terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Pembangkit nuklir juga ikut terkena imbas

Tekanan akibat panas tidak berhenti di jaringan distribusi. EDF menghentikan satu reaktor di pembangkit listrik tenaga nuklir Golfech agar tidak melampaui ambang batas pemanasan Sungai Garonne yang ditetapkan pada 28C atau 82,4F.

Penghentian sementara itu dilakukan menjelang tengah malam karena kendala lingkungan yang terkait dengan gelombang panas. EDF juga memperkirakan dampak gelombang panas terhadap produksi nuklir tahunan mencapai sekitar 0,3 persen.

Permintaan listrik naik, pemadaman dan harga ikut bergerak

Di Italia, beberapa kota seperti Milan, Bergamo, dan Turin dilaporkan mengalami pemadaman listrik sementara. Gangguan itu muncul saat kebutuhan listrik melonjak karena penggunaan pendingin ruangan, sementara suhu tinggi juga menekan infrastruktur kelistrikan.

Kondisi serupa terjadi di Spanyol, ketika harga listrik grosir rata-rata menembus €100 atau USD114 per megawatt jam untuk pertama kalinya sejak Maret. Operator pasar listrik OMIE mencatat harga rata-rata mencapai €112 atau USD127 bertepatan dengan gelombang panas besar pertama pada musim panas ini.

Lonjakan itu memperlihatkan bahwa cuaca ekstrem tidak hanya mengancam pasokan, tetapi juga langsung memengaruhi biaya energi di pasar. Ketika suhu terus naik, permintaan ikut terdorong naik sementara sistem harus bekerja lebih keras dalam kondisi yang jauh dari ideal.

Risiko blackout jadi isu sistemik

Rangkaian peringatan dari berbagai negara menunjukkan bahwa gelombang panas kini menjadi masalah sistemik bagi sektor energi Eropa. Ancaman blackout tidak lagi terlihat sebagai kemungkinan jauh, melainkan risiko yang bisa muncul saat panas ekstrem menekan jaringan listrik, pembangkit, dan pasar energi secara bersamaan.

Situasi ini juga memperlihatkan bagaimana perubahan iklim dapat memukul lebih dari satu sektor sekaligus. Dalam kondisi seperti ini, stabilitas pasokan listrik bergantung pada kemampuan infrastruktur menghadapi suhu yang terus menanjak dan konsumsi yang tidak ikut melambat.

Source: www.medcom.id
Terbaru