Gedung Sate dan Gasibu Ditata Ulang, Perpustakaan Gasibu Bersiap Masuk Era Digital

Kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu tengah mengalami penataan ulang yang cukup besar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin area ikonik itu tampil lebih rapi, nyaman, fungsional, dan estetik sekaligus tetap mudah dipakai publik.

Perubahan yang paling menyita perhatian ada pada Perpustakaan Gasibu. Fasilitas itu tidak sekadar disesuaikan bentuknya, tetapi juga disiapkan untuk beralih ke format digital agar fungsi literasi tetap berjalan di tengah penataan kawasan.

Bangunan Diselaraskan dengan Lanskap Baru

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa langkah tersebut bukan pembongkaran tanpa arah. Menurut dia, penataan dilakukan untuk mengintegrasikan halaman Gedung Sate dengan kawasan Gasibu dalam satu lanskap yang lebih harmonis.

Herman menjelaskan bahwa desain baru memadukan elemen alam dan elemen buatan secara seimbang. Bangunan Perpustakaan Gasibu diadaptasikan agar serasi dengan rancangan penataan yang terhubung langsung dengan halaman Gedung Sate.

Aspek PenataanTujuanKeterangan
Integrasi lanskapMenyatukan area Gedung Sate dan GasibuMemadukan elemen alam dan buatan secara harmonis
Penyesuaian Perpustakaan GasibuMendukung desain kawasan yang lebih fungsionalDiselaraskan dengan halaman Gedung Sate
Penghapusan BMDMenuntaskan administrasi asetSelesai sebelum pekerjaan dimulai

Administrasi Aset Sudah Selesai

Di tengah munculnya perhatian publik, Herman juga memastikan seluruh proses administrasi telah ditempuh sesuai ketentuan. Ia menyebut penghapusan Barang Milik Daerah atau BMD sudah rampung sebelum pekerjaan fisik dimulai di lapangan.

Dengan begitu, penyesuaian bangunan yang terlihat di kawasan tersebut dilakukan setelah urusan aset selesai secara resmi. Pemprov Jawa Barat ingin proses penataan berjalan tertib dari sisi teknis maupun administrasi.

Fungsi Literasi Tidak Hilang, Hanya Berubah Bentuk

Pemprov Jawa Barat menepis kekhawatiran bahwa penataan itu akan menghilangkan peran literasi di kawasan Gasibu. Herman menegaskan komitmen untuk meningkatkan minat baca warga tetap berjalan, meski bentuk layanannya akan berubah mengikuti perkembangan zaman.

Ke depan, Perpustakaan Gasibu akan bertransformasi menjadi perpustakaan digital. Skema ini disiapkan agar masyarakat tetap bisa mengakses layanan literasi dengan cara yang lebih mudah dan modern.

Bagi warga yang masih ingin membaca buku fisik, pemerintah menyiapkan perpustakaan keliling atau mobile library di sekitar kawasan Gasibu. Layanan itu dimaksudkan agar akses bacaan tetap tersedia meski bangunan perpustakaan ditata ulang.

Imbauan untuk Pengguna Jalan dan Warga

Selama proyek berlangsung, masyarakat dan pengguna jalan diminta menyesuaikan rute perjalanan. Pemprov Jawa Barat juga meminta warga mematuhi rekayasa lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu ditargetkan menghadirkan ruang publik yang aman, nyaman, inklusif, dan representatif. Pemerintah provinsi berharap hasil akhirnya memberi nilai tambah bagi fungsi sosial, budaya, olahraga, dan literasi yang sudah lama melekat di kawasan tersebut.

Source: kapol.id
Terkait